Mau Kuliner Murah di Denpasar? Ada Nasi Lawar Mulai Rp 2 Ribuan

Mau Kuliner Murah di Denpasar? Ada Nasi Lawar Mulai Rp 2 Ribuan

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Senin, 31 Okt 2022 14:48 WIB
Salah satu pedagang nasi lawar di kawasan Jalan S.Parman Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Putra (28) ketika ditemui detikBali pada Senin (31/10/2022)
Tampilan menu nasi lawar yang ditawarkan I Gusti Ngurah Putra di Jalan S.Parman Denpasar, Bali pada Senin (31/10/2022). Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri
Denpasar -

Kuliner di Denpasar, Bali memang tak pernah habis untuk diulas. Seperti salah satunya kuliner nasi lawar di sepanjang Jalan S.Parman Denpasar, Bali.

Di sepanjang jalan tersebut, masyarakat dapat dengan mudahnya menemui beberapa pedagang nasi lawar yang berjualan menggunakan sepeda motor dan dengan keranjang di atasnya. Salah satu pedagang nasi lawar I Gusti Ngurah Putra (28).

Ngurah menjual nasi lawar dengan masing-masing pilihan menu per item Rp 2 ribuan. Pilihan menu di antaranya lawar merah, lawar putih, serapah, sayur balung, tum babi.

Tampilan menu nasi lawar yang ditawarkan I Gusti Ngurah Putra di Jalan S.Parman Denpasar, Bali pada Senin (31/10/2022)Tampilan menu nasi lawar yang ditawarkan I Gusti Ngurah Putra di Jalan S.Parman Denpasar, Bali pada Senin (31/10/2022) Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri

"Saya jualnya nasi putih, lawar merah, lawar putih, serapah, sayur balung, tum babi dan itu per itemnya dijual Rp 2 ribu. Kalau sate harganya seribu. Kebanyakan yang ke sini rata-rata beli untuk seporsinya itu Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu," kata Ngurah.

Ia mengaku setiap harinya berjualan dari pukul 09.00-14.00 Wita dan jam-jam paling ramai biasanya pada jam makan siang. Menurutnya, selama ini banyak dari pembelinya yang berprofesi sebagai pegawai kantoran dan juga beberapa orang yang datang sehabis berolahraga di kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Bali.

Ngurah menuturkan, sejak tahun 2013, dirinya sengaja menghadirkan harga makanan yang murah sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun, meski harganya murah, ia mengaku ingin sebisa mungkin untuk tetap menghadirkan rasa yang lezat.

"Pembeli di sini banyak yang bilang rasanya enak dan harganya juga murah. Katanya sangat membantu mereka yang keuangan sedang menipis," ucap pria asal Karangasem ini.

Disinggung terkait pendapatan per harinya, Ngurah mengaku dalam seharinya bisa mendapatkan sekitar Rp Rp 250 ribu. Sementara ketika tidak terlalu ramai pembeli, biasanya ia akan memperoleh pendapatan sekitar Rp 180 ribu.

Di sisi lain, detikBali berkesempatan berbincang dengan salah satu pembeli nasi lawar, yakni Suastini (61). Ia mengaku dalam seminggunya bisa lebih dari 1 kali berbelanja di nasi lawar milik Ngurah tersebut.


"Kadang-kadang saya beli nasi lawar lengkap atau hanya beli lauknya saja, sama seperti hari ini. Di sini harganya murah meriah, rasanya juga enak dan cocok di lidah. Apalagi ini juga membantu saya kalau lagi tidak masak di rumah," akunya.

Untuk diketahui, selain nasi lawar milik Ngurah, di sepanjang jalan S.Parman Denpasar, Bali tersebut, hampir semua pedagang nasi lawar menjajakan jualannya dengan harga Rp 2 ribu. Namun, biasanya selalu ada ciri khas di antara setiap pedagang, seperti misalnya dagangan Ngurah yang lebih bervariasi karena menjual juga sate, air mineral hingga berbagai makanan ringan.



Simak Video "Menyantap Ikan Goreng Sambal Terasi Murah di Tengah Megahnya SCBD"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)