Lezat-Gurih Sate Gurita Mek De, Kuliner Legendaris di Karangasem

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 05 Jun 2022 17:50 WIB
Sate dan rawon gurita Mek De di Karangasem, Bali
Satu porsi sate gurita lengkap di Warung Mek De, Karangasem, Bali. Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Warung makan sate gurita Mek De tak pernah sepi pembeli karena rasanya lezat dan gurih. Warung sate gurita Mek De merupakan salah satu makanan legendaris di Karangasem, Bali. Warung ini sudah berdiri sejak 30 tahun lebih dan masih eksis sampai saat ini.

Pemilik warung tersebut bernama Ni Made Ririp (62) atau lebih akrab disapa Mek De oleh para pelanggan setianya. Warung Mek De terletak di Banjar Dinas Merita, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Mek De mengatakan, sejak awal membuka warung makan sate gurita ini, ia meracik bumbu sendiri dan sampai saat ini cita rasanya tidak ada yang berubah, sehingga para pelanggan selalu ketagihan mencicipi lagi. Untuk bumbu olahan sate gurita, Mek De menggunakan bumbu kuning khas Bali atau basa genep, yaitu campuran lengkuas, jahe, kencur, kunyit, dan yang lainnya. Sedikit dicampur dengan bumbu rahasia agar sate gurita Mek De tetap khas dan tidak pernah ditemukan di warung lain.


"Untuk bumbu rahasianya memang sengaja tidak saya kasih tahu ke siapa pun, termasuk anak saya yang sekarang juga membuka warung sate gurita di sekitar wilayah sini," kata Mek De, Minggu (5/6/2022).

Selain sate gurita, ia juga menyajikan rawon gurita. Rawon gurita ini juga memiliki ciri khas pedas, sehingga siapapun yang menikmati rawon gurita Mek De siap-siap untuk mengucurkan keringat.

"Untuk rawon memang sengaja dibikin pedas karena permintaan langsung dari pelanggan. Jika rawon gurita tidak pedas maka tidak enak, jadi berapa pun harga cabai di pasaran, saya tidak pernah mengurangi cita rasa rawon gurita ini dengan ciri khasnya yang pedas tapi tetap lezat saat disantap," ujar Mek De.

Ia mengatakan, dalam sehari bisa menghabiskan sampai 30 kilogram daging gurita, yang didapat dari pengepul asal Karangasem dan Buleleng, langganan sejak dulu. Selain makan di tempat, ada banyak pembeli yang bungkus sate gurita untuk disantap di rumah bersama keluarga.

Karena sudah menjadi makanan legendaris, warung makan Mek De tidak hanya dikunjungi masyarakat biasa maupun wisatawan mancanegara, tapi para pejabat seperti para pegawai pemerintah, anggota DPRD, hingga Bupati Karangasem sudah pernah mencicipi sate gurita miliknya.

Mek De mengatakan, para pejabat biasanya datangn rombongan antara 10-15 orang, bahkan kadang ada yang datang sampai 50 orang, sehingga kekurangan tempat duduk dan parkir kendaraan.

"Saya masih ingat saat zamannya Pak Wayan Geredeg jadi bupati, sering datang ke sini, sebulan bisa tiga sampai empat kali datang bersama rombongan untuk menikmati sate gurita di sini," kata Mek De.

Warung sate gurita Mek De buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. Satu porsi sate gurita lengkap dengan rawon, pepes, dan nasi dibanderol Rp 30 ribu, sudah bikin perut kenyang.



Simak Video "Menyantap Dengan Lahap Lezatnya Sate Gurita Khas Laut Iboih, Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)