Pemuda di Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial FZ (25) tega membacok tetangganya sendiri inisial SM (38). FZ membacok SM lantaran tidak terima ditegur saat masih keluyuran tengah malam.
"Kejadiannya Jumat dini hari tadi sekitar pukul 01.30 Wita," ucap Kapolsek Monta, AKP Sudirman, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penganiayaan tersebut berawal saat SM menegur FZ gara-gara keluyuran di tengah malam dan menyuruh untuk pulang tidur. FZ rupanya tak terima dengan teguran SM. FZ langsung menuju rumahnya untuk mengambil parang dan mendatangi SM. Tanpa basa-basi FZ langsung membacok tangan SM menggunakan parang.
SM mengalami robek di tangan kanannya akibat terkena sabetan parang. Sementara FZ langsung kabur setelah membacok SM. SM sempat memanggil FZ berkali-kali agar berhenti, tetapi tak dihiraukan.
"Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung membawa SM ke Puskesmas Monta. Tetapi, karena lukanya cukup serius, SM dirujuk ke RSUD Bima," terang Sudirman.
Personel Polsek Monta yang mendapat informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Tiba di lokasi kejadian, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga mencari keberadaan FZ.
"Tidak lama kejadian atau tepatnya pukul 04.00. Wita, FZ berhasil ditangkap. Saat ini FZ sudah diamankan di Mapolsek Monta untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut," terang dia.
Lantaran FZ sudah ditangkap, Sudirman meminta warga dan keluarga SM agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Sudirman juga meminta warga dan keluarga tak terpancing provokasi dan menyerahkan penanganan kasus dilakukan kepilisian.