Seorang pelajar SMK 1 Sukorejo bernama Mohammad Ilham Azhari tewas dibunuh kerabatnya berinisial Wy di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bekas pukulan benda tumpul dan mengalami luka bakar.
Dilansir detikJatim, Wy membunuh Mohammad Ilham Azhari karena ingin menguasai motor korban. Kasatreskrim Rizky Akbar Kurniadi mengatakan Wy diduga membutuhkan uang setelah sepeda motor miliknya digadaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tersangka juga kerap bermain judi online. Ia disebut mengalami kekalahan besar.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun memang kerap bermain judi online dan baru-baru ini mengalami kekalahan," terang Rizky.
Setelah menguasai kendaraan korban, tersangka kemudian menggadaikannya kepada seseorang berinisial BU dengan nilai Rp 2,4 juta. Uang tersebut digunakan untuk menebus sepeda motor miliknya.
"Tersangka merupakan kerabat korban yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan," jelasnya.
Pesan Terakhir Korban
Pembunuhan di Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
Pesan WhatsApp singkat menjadi komunikasi terakhir Mohammad Ilham Azhari dengan temannya sebelum ditemukan tewas di sebuah kebun kopi di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Pelajar SMK 1 Sukorejo itu sempat meminta pertolongan karena mengaku sedang menghadapi masalah besar dan tidak berani pulang.
Ilham diketahui pergi dari rumah pada Kamis (1/10/2026) sore. Dua hari kemudian, pencarian yang dilakukan keluarga dan warga berakhir dengan ditemukannya jasad Ilham di kebun kopi pada Sabtu (3/10/2026) dini hari.
Sebelum menghilang, Ilham berpamitan kepada orang tuanya untuk latihan voli sekitar pukul 16.00 WIB. Orang tuanya sempat melarang karena bertepatan dengan malam Jumat, tetapi Ilham tetap berangkat. Sekitar pukul 18.22 WIB, keluarga kemudian mengetahui Ilham mengirim pesan WhatsApp kepada seorang temannya.
Kepala Dusun Dayu, Desa Dayurejo, Eko Wahyudi mengatakan, orang tua korban sempat melarang Ilham pergi karena saat itu malam Jumat. Namun, korban tetap berangkat.
Sekitar pukul 18.22 WIB, korban kemudian mengirim pesan WhatsApp kepada temannya. Pesan tersebut menjadi petunjuk awal keluarga dalam mencari keberadaan korban.
"Kemudian pukul 18.22 WIB, ada pesan WA (WhatsApp) kepada temannya. Isinya 'tulungono aku, aku ono masalah gede, gak wani moleh. Saiki posisi ono Pajaran (tolong aku, aku ada masalah besar, nggak berani pulang. Posisiku sekarang di Desa Pajaran)'. Nah setelah itu pihak keluarga mencari," kata Eko, usai pemakaman korban, Sabtu (3/10/2026).
Setelah mengetahui pesan tersebut, keluarga bersama warga langsung mencari keberadaan Ilham. Namun, pencarian pada Kamis malam belum membuahkan hasil.
Motor Korban Digunakan Seseorang
Pencarian kembali dilakukan pada Jumat (2/10). Petunjuk kemudian mengarah pada sepeda motor Honda Beat milik korban yang diketahui digunakan seseorang di wilayah Desa Keduruan, Kecamatan Sukorejo.
Motor tersebut ternyata sudah tidak memiliki pelat nomor. Ayah korban kemudian meminta bantuan Kepala Desa Keduruan untuk memastikan identitas kendaraan tersebut.
"Motor itu sudah tidak ada pelat nomornya. Sehingga ayah korban menghadap ke Kades Keduruan meminta tolong memastikan identitas motor. Setelah ditemukan pembawa motor korban, dan dipastikan itu motor korban, akhirnya diketahui motor itu ternyata didapat dari terduga pelaku Wyd," terang Eko.
Pelaku Diamankan
Dari penelusuran tersebut, warga kemudian mengarah kepada Wy yang merupakan kerabat korban. Wy kemudian diamankan ke rumah kepala dusun untuk dimintai keterangan oleh keluarga dan warga. Saat itu, Wy mengaku telah meninggalkan korban di wilayah Kejayan.
Warga kemudian mencari korban ke lokasi yang disebutkan. Namun, pencarian tersebut tidak menemukan keberadaan Ilham.
"Siang setelah Jumatan, warga sempat melakukan pencarian korban ke Kejayan. Itu sesuai pengakuannya saat diamankan keluarga korban dan warga," kata Eko.
Eko mengatakan keterangan Wy saat itu berubah-ubah. Setelah pencarian di Kejayan tidak menemukan korban, keluarga akhirnya meminta agar Wy diserahkan kepada polisi.
"Orangnya mencla mencle. Sempat diajak ke Kejayan untuk menunjukkan keberadaan korban yang dibuang, ternyata tidak ketemukan. Akhirnya diserahkan ke polisi," jelasnya.
Karena warga yang berkumpul semakin banyak dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, Wy kemudian diamankan ke Polsek Prigen.
"Karena sudah banyak warga, takut terjadi hal yang tidak diinginkan, ayah korban meminta agar Wyd diamankan ke Polsek Prigen. Wyd ini masih ada hubungan kerabat dengan korban, sepupu ipar," jelas Eko.
Hingga Jumat (2/10) petang, keberadaan Ilham masih belum diketahui. Warga Desa Dayurejo kemudian mendatangi Mapolsek Prigen pada Jumat malam untuk meminta kejelasan terkait pencarian korban.
Kapolsek Prigen AKP Mulyono saat itu mengatakan terduga pelaku akan dibawa ke Polres Pasuruan untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
"Kasus ditangani Polres. Akan dirilis di Polres," kata Mulyono.
Pelaku Sempat Beri Rokok dan Ikut Mencari Korban
Setelah mendapat penjelasan tersebut, warga membubarkan diri dan pencarian terhadap Ilham dilanjutkan. Dalam proses pencarian, Wy ternyata sempat ikut bersama warga mencari keberadaan Ilham. Bahkan, menurut Eko, terduga pelaku sempat memberikan rokok kepada warga yang ikut melakukan pencarian.
"Terduga pelaku ini sempat ikut cari korban. Bahkan sempat memberi rokok ke warga yang mencari," kata Eko, Sabtu (3/10/2026).
Saat itu, warga belum mengetahui secara pasti keberadaan Ilham. Hingga akhirnya pada Sabtu (3/10) dini hari, korban ditemukan di kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
Ilham ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Dari pemeriksaan medis atau visum luar, korban mengalami sejumlah luka akibat kekerasan serta luka bakar.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk menjalani proses autopsi. Setelah proses tersebut selesai, jenazah dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan.
Kepergian Ilham meninggalkan duka bagi keluarga. Nasifudin, ayah korban, tak kuasa menahan tangis saat kehilangan anak bungsunya dari dua bersaudara.
Setelah melakukan penyelidikan, Satreskrim Polres Pasuruan menetapkan Wy (24) sebagai tersangka pembunuhan Ilham.
Wy merupakan kerabat korban yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Penetapan tersangka disampaikan Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono bersama Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Rizky Akbar Kurniadi dalam konferensi pers di Mapolres Pasuruan, Sabtu (3/10/2026) siang.
(nor/nor)
