Tiga orang pekerja di sebuah kandang ayam menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di area parkir kandang ayam petelur Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Kasus penganiayaan secara membabi buta ini dipicu emosi para pelaku lantaran tidak diberikan ayam saat menghadang mobil korban.
"Kejadiannya Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 Wita di lokasi kandang ayam milik Nyoman Suparta. Petugas kami sudah mendatangi lokasi," kata PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian bermula saat korban bernama I Nengah Putu (45) mengendarai mobil pikap pengangkut ayam bersama keneknya, I Kadek Wijaya (38), dari arah selatan. Begitu melintas di wilayah Tebajero, kendaraan korban tiba-tiba diberhentikan oleh sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Mereka kemudian meminta ayam.
"Saat itu korban menjawab tidak ada ayam lalu lanjut pergi. Tiba-tiba mendengar suara benturan seperti mobilnya ditendang," ujar Ayu Inastuti.
Korban dan saksi sempat turun menanyakan siapa yang menendang. Dengan situasi dingin, para pemuda itu tidak ada yang mengaku hingga akhirnya mereka lanjut menuju kandang ayam.
Sekitar 15 menit berselang setelah korban tiba dan memarkirkan mobil, belasan orang tak dikenal mendatangi lokasi kandang ayam. Kelompok tersebut langsung menyerang dan memukuli setiap orang yang ditemui di lokasi kejadian tanpa alasan yang jelas.
"Para pelaku datang menanyakan siapa yang tadi melintas, dan begitu korban mengaku, mereka langsung mengeroyok korban bersama dua rekannya secara membabi buta. Setelah memukuli para korban, sekelompok pelaku tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi," tutur Ayu Inastuti.
Salah satu korban bernama I Nengah Putu Agus (28) bahkan diserang saat sedang tertidur pulas di dalam posko. Korban dipukul pada bagian perut kanan dan rahang belakang oleh sekitar 10 orang pelaku yang tidak dikenal.
"Korban kedua yang sedang tidur di posko kaget karena mendadak dihajar pada bagian perut kanan bawah dan leher kanan belakang. Sedangkan saksi kenek selamat karena saat kejadian sedang tertidur di dalam kabin mobil pick up," ungkap Ayu Inastuti.
Akibat pengeroyokan brutal tersebut, ketiga korban mengalami luka-luka dan memar di sejumlah bagian tubuh. Korban I Nengah Putu mengalami memar pada rahang kiri, leher belakang, serta nyeri dada, sementara korban ketiga berinisial Putu Agus S (29) menderita luka memar parah pada mata kanan atas. Semua korban dibawa ke puskesmas dan rumah sakit.