detikBali

Viral Pria Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu di Pasar Mengwi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Pria Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu di Pasar Mengwi


Agus Eka - detikBali

Pria berinisial PN diamankan warga di Pasar Mengwi, Badung, Bali, lantaran tepergok berbelanja menggunakan uang palsu. (Foto: Dok. Istimewa)
Pria berinisial PN diamankan warga di Pasar Mengwi, Badung, Bali, lantaran tepergok berbelanja menggunakan uang palsu. (Foto: Dok. Istimewa)
Badung -

Pria berinisial PN (53) terpergok berbelanja menggunakan puluhan lembar uang palsu (upal) di Pasar Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. PN tertangkap warga saat akan membeli bubur kacang hijau. Video penangkapan tersebut viral di media sosial (medsos).

Berdasarkan video yang beredar, situasi di Pasar Mengwi tampak tegang seusai pria tersebut diamankan. Sejumlah warga dan pedagang terlihat memanas dan beberapa orang lainnya berusaha meredam situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah diinterogasi massa di lokasi, pria itu akhirnya tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya. Pria yang mengaku tinggal di wilayah Kediri, Tabanan, itu selanjutnya digelandang ke kantor polisi.

Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengungkapkan peristiwa itu terjadi di Pasar Mengwi pada Minggu (26/7). Penangkapan tersebut bermula ketika warga dan juru parkir mencurigai transaksi pembayaran yang dilakukan PN.

ADVERTISEMENT

"Juru parkir di lokasi yang sadar langsung memanggil pelaku dan mengecek uang belanjaannya bersama warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kami sehingga anggota langsung turun ke lokasi mengamankan pelaku," ujar Darmayasa, Selasa (28/7/2026).

Satu jam sebelum ketahuan berbelanja menggunakan uang palsu, PN sempat membeli beberapa kebutuhan makanan harian seperti daging hingga jajanan di sejumlah kios. Aksi pelaku terbongkar saat PN berdiri beberapa meter dari kios bubur kacang hijau usai bertransaksi.

Ketika itu, seorang juru parkir yang curiga langsung memanggil pelaku. Juru parkir itu lantas menyampaikan bahwa uang yang digunakannya diduga kuat merupakan uang palsu.

Saat digeledah di lokasi kejadian, polisi menemukan 98 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu di dalam tas milik PN. Di sisi lain, petugas tidak menemukan satu pun dokumen identitas dari PN.

"Dia beraksi setelah hujan reda dengan membeli beberapa kebutuhan pokok dan makanan di pasar. Tapi, aksinya terhenti sewaktu beli bubur dan makanan rebusan," ungkap Darmayasa.

Polisi tidak hanya menyita puluhan lembar uang palsu, tetapi juga sisa uang asli hasil kembalian belanja pelaku. Uang hasil kembalian dari transaksi pedagang tersebut berjumlah puluhan lembar dengan nominal beragam.

"Hasil kembalian dari transaksi uang palsu itu yang totalnya mencapai Rp 642 ribu. Rinciannya ada sembilan lembar pecahan Rp 50 ribu, dua lembar Rp 20 ribu, enam lembar Rp 10 ribu, 16 lembar Rp 5.000, lima lembar Rp 2.000, dan dua lembar Rp 1.000," tutur Darmayasa.

Saat ini, PN beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik untuk mendalami asal-usul puluhan lembar uang palsu tersebut. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran uang palsu lain di wilayah Bali.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads