Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang warga negara (WN) Kanada, JAK (46), diduga bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api di vila tempat tinggalnya di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.
"Diduga karena bunuh diri dengan cara menembak diri sendiri menggunakan senjata api," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy dalam keterangannya pada Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026). Kasus tersebut terungkap setelah teman korban, seorang WN Inggris bernama Benjamin, tidak dapat menghubungi JAK sejak pagi. Padahal, Benjamin telah berjanji mengantarkan sepeda motor ke vila korban.
Setelah mendapat informasi bahwa vila korban dalam keadaan terkunci, Benjamin mendatangi lokasi sekitar pukul 14.00 Wita. Karena pintu masih terkunci, dia sempat mencoba membuka pintu teralis menggunakan kunci yang dibawanya, tetapi gagal.
Benjamin kemudian memutuskan mendobrak pintu. Saat masuk ke dalam vila, dia mendapati korban terbaring di sofa dalam kondisi mengalami luka. Melihat kondisi tersebut, Benjamin meminta stafnya melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Dalam keterangannya, Benjamin mengaku korban sempat melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali. Korban juga diduga mengidap penyakit paranoid.
"Saksi Benjamin juga menerangkan bahwa korban JAK semasa hidupnya ketika masih tinggal di Jakarta, sempat melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali," imbuh Ariasandy.
Sementara itu, tetangga korban di kompleks vila, NHS, mengaku tidak pernah mendengar suara keributan maupun teriakan yang mencurigakan. Selain itu, dia juga mengaku tidak pernah melihat ataupun berinteraksi dengan korban selama tinggal di lokasi tersebut.
Ariasandy mengatakan polisi masih menyelidiki dugaan bunuh diri tersebut. Dia juga belum menjelaskan jenis senjata api yang diduga digunakan korban.
"Kita tunggu rilis dari penyidik saja," pungkasnya.