Polisi Periksa Pimpinan Ponpes di Loteng Terkait 3 Santri Diduga Dibakar Teman

Edi Suryansyah - detikBali
Senin, 08 Jun 2026 14:05 WIB
Pimpinan Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah, seusai sholat zuhur di Mushola Polres Lambok Tengah. (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Dusun Sengkol II, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah, diperiksa Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah, Senin (8/6/2026). Ia diperiksa terkait dugaan pembakaran terhadap tiga santri yang menyebabkan satu meninggal dunia.

Pantauan detikBali, Muzakki tiba di Polres Lombok Tengah sekitar pukul 09.00 Wita didampingi istrinya dan salah satu guru di ponpes tersebut. Muzakki terlihat mengenakan gamis berwarna cokelat dan surban putih yang melilit kepalanya.

Setelah tiba di Polres Lombok Tengah, Muzakki langsung memasuki ruang pemeriksaan. Hingga pukul 13.46 Wita, ia masih menjalani pemeriksaan. Ia sempat mendapat jeda untuk istirahat, salat, dan makan (isoma), sebelum kembali melanjutkan pemeriksaan.

"Mohon maaf ya, karena ini kami disuruh istirahat sebentar," kata istrinya seusai salat di musala Polres Lombok Tengah, Senin siang.

Sementara itu, Ahmad Muzakki enggan berkomentar banyak terkait pemeriksaan tersebut. Ia mengaku akan kembali menjalani pemeriksaan setelah salat dan tidak bisa berjanji untuk diwawancarai.

"Kami tidak janji," katanya singkat.

Usai salat, Muzakki bersama istrinya kembali memasuki ruangan Unit PPA Polres Lombok Tengah untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pembakaran tiga santri di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Dusun Sengkol II, Desa Mantang, yang terjadi pada 13 Desember 2025.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap pimpinan Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy pada hari ini. Hingga saat ini, penyidik telah memanggil dan memeriksa lima orang saksi.

"Iya hari ini ada pemeriksaan terhadap pimpinan Ponpes kaitannya dengan dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu Ponpes di Lombok Tengah," katanya.

Brata menjelaskan pihak-pihak yang telah dimintai keterangan, yakni orang tua korban yang juga pelapor, korban berinisial SAH (13), dua rekan korban, serta pimpinan ponpes.

"Baru lima yang sudah diperiksa," imbuhnya.

Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batukliang terungkap setelah video korban beredar dan viral di media sosial.

Dalam video yang dilihat detikBali dari akun Facebook bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya, terlihat seorang korban menangis kesakitan sambil memperlihatkan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya yang telah dibalut perban saat berada di rumah sakit.

Terdengar pula suara anggota keluarga yang berusaha menenangkan korban. Korban mengaku merasakan kesakitan pada bagian badan dan kakinya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Lombok Tengah oleh salah satu orang tua korban. Laporan tersebut dibuat karena pihak keluarga menilai ponpes maupun terduga pelaku tidak bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa korban.



Simak Video "Video: Tak Hanya Santri, Siswa SD dan Sekolah Lain Juga Keracunan MBG di Jatim"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork