Sahid Al Hudri (13) masih ketakutan setiap melihat api setelah diduga dibakar temannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Dusun Sengkol II, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski masih trauma dan sulit tidur, Al mengaku tetap ingin kembali sekolah seperti teman-temannya.
"Inaq-amaq di rumah juga tak berani nyalain korek. Karena waktu itu saya teriak karena takut," kata Al kepada detikBali di rumahnya, Sabtu (6/6/2026).
Al mengaku hingga kini masih teringat momen saat dirinya terjebak kobaran api di dalam ruangan. Trauma itu membuatnya sulit tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susah tidur," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Al mengalami luka bakar di bagian paha, betis, kaki, perut, muka, dan tangan. Kini, ia hanya bisa terbaring lemah di rumah sambil melihat teman-temannya kembali beraktivitas.
"Apalagi lihat teman-teman pergi sekolah. Sedih. Ingin sekolah juga," bebernya.
Meski ingin kembali sekolah, Al mengaku khawatir menjadi korban perundungan karena kondisi tubuh dan kulitnya setelah mengalami luka bakar.
"Kalau masuk sekolah ndak kita dibully? Kalau ndak, mau sekolah lagi. Biar kayak teman-teman kan," imbuhnya.
Bibi Al, Nurul Hidayah, mengatakan keponakannya akan menjalani operasi kulit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Dokter juga menyarankan pemasangan pen di bagian pergelangan tangan Al agar bisa kembali digerakkan.
"Tapi ndak tau kapan. Kata dokter juga kemarin mau pasang pen di tangannya biar bisa bergerak. Karena udah lemes sekarang ndak bisa pegang apa-apa," katanya.
Nurul mendesak pihak kepolisian segera mengusut kasus tersebut agar ada pihak yang bertanggung jawab atas pengobatan Al.
"Biar ada yang tanggung jawab. Untuk pengobatannya, agar bisa sembuh total seperti biasa," tegasnya.
Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batukliang itu terungkap setelah video korban beredar dan viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat detikBali dari akun Facebook bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya, terlihat seorang korban menangis kesakitan sambil memperlihatkan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya yang telah dibalut perban di rumah sakit.
Terdengar pula suara pihak keluarga yang menenangkan korban. Korban mengaku kesakitan di bagian badan dan kaki. Unggahan tersebut telah ditonton 65 ribu kali, dikomentari 312 akun, dan dibagikan sebanyak 307 kali.
Peristiwa itu kini telah dilaporkan ke Polres Lombok Tengah oleh salah satu orang tua korban. Laporan dibuat karena pihak keluarga menilai pihak ponpes maupun terduga pelaku lepas tanggung jawab.
(dpw/dpw)










































