detikBali

Hasil Autopsi Mahasiswa SBD Tewas Ditembak Teman: Peluru Bersarang di Jantung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hasil Autopsi Mahasiswa SBD Tewas Ditembak Teman: Peluru Bersarang di Jantung


Yufengki Bria - detikBali

Suasana autopsi jenazah mahasiswa bernama Mario Marselina Kura (24), di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Minggu (31/5/2026).
Suasana autopsi jenazah mahasiswa bernama Mario Marselina Kura (24), di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Minggu (31/5/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Sumba Barat Daya -

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang melakukan autopsi terhadap jenazah mahasiswa bernama Mario Marselina Kura (24) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (31/5). Dari hasil pemeriksaan, ditemukan peluru senapan angin bersarang di kantung jantung korban.

Mario merupakan mahasiswa Universitas Stella Maris Sumba Barat Daya (SBD) yang tewas setelah ditembak temannya, Alexander Bili Kandu (20), menggunakan senapan angin di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat.

"Dari hasil autopsi tersebut ditemukan satu butir proyektil peluru bersarang di kantong jantung korban," ujar Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya Iptu Yakobus Kokleo Sanam kepada detikBali, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yakobus menjelaskan autopsi dilakukan sekitar pukul 09.47 Wita oleh dokter forensik Polda NTT, Edwin Tambunan bersama timnya. Ia menyebut hasil pemeriksaan lengkap masih menunggu laporan resmi dokter forensik yang akan diserahkan ke penyidik Satreskrim Polres SBD untuk dilampirkan dalam berkas perkara.

ADVERTISEMENT

"Tetapi saat ini peluru tersebut sudah diamankan oleh penyidik sebagai barang bukti. Jadi pelaksanaan autopsinya berjalan aman dan lancar," jelas Yakobus.

Sebelumnya diberitakan, Mario Marselina Kura (24) tewas setelah ditembak menggunakan senapan angin oleh temannya, Alexander Bili Kandu (20). Sebelum kejadian, korban disebut sempat meminta ditembak dengan maksud bercanda.

Insiden itu terjadi di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, sekitar pukul 16.00 Wita pada Jumat (22/5). Mario diketahui merupakan mahasiswa aktif Universitas Stella Maris Sumba Barat Daya.

"Itu kasus tindak pidana penyalahgunaan senapan angin yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkap Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus Sanam, saat dihubungi detikBali dari Kupang, NTT, Sabtu (23/5/2026).

Yakobus mengungkapkan, saat itu Alexander datang ke kios milik Mario sambil membawa senapan angin untuk membeli rokok. Di lokasi, Alexander dilayani adik kandung korban, Antonio Moru Kodu (10).

Usai berbelanja, Alexander sempat ditegur secara bercanda oleh Mario yang meminta dirinya menembak korban. Tak lama setelah itu, Alexander mengokang senapan angin dan menembakkan peluru ke dada kanan Mario hingga korban terjatuh.

"Mulanya korban sempat mengeluarkan kalimat bercanda bahwa 'coba ko (kamu) tembak saya di bagian dada'. Setelah itu pelaku langsung menembak korban sampai terjatuh ke tanah," tutur Yakobus.




(dpw/dpw)










Hide Ads