detikBali

Bali Flower Festival 2026 di Kura Kura Bali Gaet 4.813 Pengunjung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bali Flower Festival 2026 di Kura Kura Bali Gaet 4.813 Pengunjung


Tim detikBali - detikBali

Bali Flower Festival (BFF) 2026 digelar selama dua hari, 14-15 Juli 2026, di United in Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali. (Dok. Kura Kura Bali)
Foto: Bali Flower Festival (BFF) 2026 digelar selama dua hari, 14-15 Juli 2026, di United in Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali. (Dok. Kura Kura Bali)
Denpasar -

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikembangkan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat seni dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Bali Flower Festival (BFF) 2026.

Bekerja sama dengan Omniflora, salah satu produsen dan distributor bunga potong segar di Indonesia, BFF 2026 mengusung tema "Grow Authentically". Festival tersebut digelar selama dua hari, 14-15 Juli 2026, di United in Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan pencinta bunga agar dapat mengembangkan kreativitas di industri dekorasi, ritel, dan florikultura. Penyelenggara awalnya menargetkan 3.000-3.500 pengunjung.

Namun, antusiasme masyarakat ternyata melampaui target. Sebanyak 4.813 pengunjung tercatat memadati UID Bali Campus selama dua hari penyelenggaraan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 38 persen dibandingkan target awal.

ADVERTISEMENT

Beragam agenda digelar selama festival. Hari pertama diisi seminar demo dan Biztalk, kemudian dilanjutkan dengan sesi business panel dan workshop pada hari kedua.

Sebagai pamungkas, seluruh rangkaian acara ditutup dengan keunikkan Flower Couture dan gala dinner. Sementara itu, pemilihan UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali sebagai lokasi acara merupakan langkah strategis penyelenggara.

"Banyak peserta merasa di sini ini tempatnya tidak terlalu formal. Dengan konsep kampus, sangat mudah bagi anak-anak Gen Z untuk terlibat dan menyatu. Spot-spot di sini juga sangat menarik bagi mereka. Kura Kura Bali dengan kawasannya yang luas sangat mendukung kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini," jelas Ketua Panitia BFF 2026, Yuliana Rara.

Tak hanya pameran dan aktivitas yang terkait dengan bunga, festival ini juga semakin meriah dengan kehadiran UMKM dari berbagai jenis usaha, mulai dari: F&B, fashion, produk organik dan sebagainya.

"Hal yang membedakan antara BFF tahun 2024 dengan 2026 adalah pelibatan UMKM. Tahun ini, kami menjaring banyak tenant UMKM untuk turut memeriahkan acara BFF ketiga. Beberapa dari mereka memang memiliki usaha florist, namun banyak juga yang membawa ragam usaha lain, " lanjut Yuliana.

Sebagai salah satu daya tarik utama, BFF 2026 menghadirkan Flower Museum di Ruang Melajah, UID Bali Campus. Area ini menjadi galeri yang memamerkan mahakarya dari para floral designer ternama Indonesia.

Dalam sambutannya, President UID Foundation Tantowi Yahya menyambut hangat kolaborasi dengan pelaku industri kreatif di bidang seni floris tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat festival ini sangat sejalan dengan visi kawasan.

"Bagi kami, festival ini bukan sekadar pameran bunga. Ini adalah tempat bertemunya kreativitas dengan peluang bisnis. Tempat para florist saling belajar, berbagi inspirasi, dan menunjukkan karya terbaik mereka kepada masyarakat yang lebih luas," jelas Tantowi.

Ia juga mengaitkan kolaborasi tersebut dengan gagasan yang diusung UID, yakni "Better Business, Better World".

"Artinya, ketika sebuah bisnis berkembang dengan cara yang benar, manfaatnya tidak berhenti pada keuntungan perusahaan. Ia menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan dan budaya," tutup Tantowi.

Visi tentang ruang yang memberdayakan dan berdampak positif tersebut nyatanya langsung dirasakan oleh publik. Celine, salah satu pengunjung, menemukan kenyamanan tersendiri lewat ragam aktivitas kreatif yang dihadirkan.

"Pada dasarnya, aku emang suka liat bunga sih. Jadi memang tertarik banget karena aku liat di TikTok juga postingannya, bunga-bunganya memang jarang ada di tempat toko-toko bunga. Jadi emang excited banget waktu datang kesini," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan yang memberikan pengalaman langsung seperti BFF 2026 semakin diminati masyarakat.

''Kegiatan-kegiatan yang memberi pengalaman langsung seperti ini peminatnya sedang sangat tinggi, karena kita semua pada akhirnya butuh tempat untuk rehat sejenak, melepas penat, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati," lanjutnya.

Dengan antusiasme yang terus meningkat, Bali Flower Festival menjadi salah satu wujud KEK Kura Kura Bali dalam mengembangkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku seni, UMKM, dan masyarakat dalam ekosistem kreatif yang berkelanjutan.



(nor/nor)









Hide Ads