Wakapolda Bali, Brigjen I Made Astawa, melaksanakan Safari Kamtibmas di Eco Farm Jatiluwih, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati beserta jajaran, perwakilan pecalang, petani, dan peternak ini menjadi wadah untuk mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Wakapolda Bali menjelaskan pertemuan tersebut digelar bertepatan dengan agenda panen raya di Desa Mengesta sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
"Polri hadir sebagai pelayan masyarakat yang siap mendengarkan setiap masukan, memberikan solusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan dikoordinasikan bersama Forkopimda untuk mencari langkah penyelesaian yang tepat," ujar Astawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sesi dialog, para perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari hasil panen yang belum optimal, keuntungan petani yang masih rendah, keterbatasan modal usaha hingga turunnya harga jual ternak babi yang berdampak pada kesejahteraan peternak.
Selain itu, ancaman penyakit ternak juga menjadi perhatian meskipun risiko kematian ternak dinilai masih relatif rendah dibandingkan persoalan harga jual yang terus menurun.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, penyerahan tali asih kepada perwakilan pecalang, petani, dan peternak.
Safari Kamtibmas ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Bali dan Polres Tabanan dalam membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan program ketahanan pangan nasional.