Pria asal Timor Leste inisial DDS (24) membacok pacarnya, GVD (24), sebanyak dua kali dengan sebilah parang karena tak diberikan uang tambahan untuk membeli pulsa. Pembacokan itu terjadi di Perumahan Puri Rahayu, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Betul dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Timor Leste, itu sudah ditangani oleh Polsek Kupang Tengah," ujar Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, kepada detikBali, Jumat (29/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Randy menjelaskan peristiwa tragis tersebut terjadi saat GVD sedang memotong daging di dapur, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat bersamaan, DDS sedang duduk di samping GVD sembari mengonsumsi minuman keras (miras) jenis moke.
Setelah itu, DDS meminta uang kepada GVD untuk membeli pulsa. Permintaan tersebut disanggupinya, tetapi GVD hanya memberikannya Rp 50 ribu. Hal itu membuat pria asal Kabupaten Liquica, Timor Leste, itu merasa kesal lantaran jumlah tersebut masih kurang.
DDS kemudian memaksa GVD untuk menambah uang. Namun, GVD menolak dengan alasan untuk menghemat karena keduanya belum memiliki pekerjaan tetap. Penolakan tersebut memicu emosi DDS hingga sempat melontarkan kata-kata kasar yang membuat GVD histeris.
"Karena merasa terganggu dengan tangisan korban, pelaku mengambil sebilah parang dan memukul korban menggunakan gagang parang tersebut," tutur Randy.
Menurut Randy, setelah kejadian tersebut, GVD sempat melawan dengan cara menggigit tangan DDS untuk membela diri. Gigitan tersebut membuat DDS gelap mata lalu membacoknya di bagian kepala sebanyak satu kali.
Setelah itu, DDS berupaya melarikan diri, tetapi saat hendak keluar dari rumahnya, GVD berupaya menahannya dengan cara memeluk. Namun, DDS bersikeras dan berjalan.
Saat bersamaan, ia kembali membacok GVD di depan pintu rumah. Beruntung, bacokan tersebut berhasil ditangkis menggunakan tangan kiri. Akibatnya, GVD mengalami luka parah di bagian tangan kirinya.
"Melihat korban bersimbah darah, pelaku justru mendorong korban ke dalam kamar dan menguncinya dari luar," ungkap Randy.
Merasa terancam, Randy melanjutkan, GVD nekat melarikan diri dengan cara melompat keluar melalui jendela kamar. Ia kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga yang berada di perumahan tersebut.
Warga kemudian membawa perempuan tu ke Rumah Sakit Leona Noelbaki untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bacok yang dideritanya. Selanjutnya, GVD bersama sejumlah warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kupang Tengah untuk diproses hukum.
"Pelaku sudah kami amankan dan akan diproses sesuai hukum di Indonesia," jelas Randy.
(hsa/hsa)










































