detikBali

Saling Tatap Berujung Maut, Dua Bersaudara di Bima Bacok Tetangga hingga Tewas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Saling Tatap Berujung Maut, Dua Bersaudara di Bima Bacok Tetangga hingga Tewas


Rafiin - detikBali

Dua bersaudara FDL dan ANS tersenyum saat ditangkap Polisi seusai membacok tetangga hingga tewas di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB, pada Minggu (10/5/2026). (Istimewa)
Foto: Dua bersaudara FDL dan ANS tersenyum saat ditangkap Polisi seusai membacok tetangga hingga tewas di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB, pada Minggu (10/5/2026). (Istimewa)
Bima -

Dua pria bersaudara di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial FDL dan ANS membacok tetangga bernama Supardin (38) hingga tewas. Saat ditangkap keduanya sempat tersenyum.

"Kejadian tadi (Minggu) sore. Motifnya masih diselidiki," ucap Kasat Reskrim Polres Bima, AKP Abdul Malik dikonfirmasi detikBali, Minggu (10/5/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Malik menyebut kronologi kejadiannya bermula ketika korban hendak ke sawah. Saat melintas di jalan rumah FDL, korban ditatap oleh FDL yang sedang duduk di depan rumahnya.

"Berawal dari tatapan antara korban dengan terduga pelaku FDL hingga berujung adu mulut antara keduanya," katanya.

ADVERTISEMENT

Tak lama setelah itu, Supardin meninggalkan FDL dan menuju sawahnya yang berada di Dusun Nggaro, Desa Pandai. Tak lama berselang, FDL menyusul dengan membawa senjata tajam jenis parang.

"Saat di sawah, keduanya kembali melanjutkan cekcok dan adu mulut," katanya.

Melihat FDL yang memegang parang, Supardin hendak mengambil kayu. Belum sempat mengambil kayu, Supardin langsung dibacok oleh FDL hingga tersungkur.

"Kakak FDL inisial ANS datang ke sawah juga ikut menganiaya korban. Setelah itu FDL melakukan pembacokan berkali-kali terhadap korban," tutur Abdul Malik.

Abdul Malik menambahkan akibat dibacok, Supardin mengalami luka cukup serius pada bagian perut, wajah, kepala hingga tangan. Supardin meninggal di tempat.

"Setelah kejadian, FDL dan ANS ditangkap oleh aparat Polsek Woha lalu dibawa ke Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut," tandasnya.

Dari foto yang diperoleh detikBali, terlihat FDL dan ANS mengenakan sarung tersenyum saat ditangkap oleh Aparat Kepolisian. Di tangan FDL juga terdapat bercak darah korban.



(nor/nor)









Hide Ads