detikBali

Siswi SMP di Dompu Diculik, Disekap, dan Diperkosa Pria Kenalan di WhatsApp

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Siswi SMP di Dompu Diculik, Disekap, dan Diperkosa Pria Kenalan di WhatsApp


Sui Suadnyana, Faruk - detikBali

a woman sitting on ground with arm around lower head, sexual violence , sexual abuse, human trafficking concept with shadow edge in white tone
Foto: Ilustrasi penyekapan. (Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God)
Dompu -

Siswi kelas IX sekolah menengah pertama (SMP) di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial NM, diculik oleh pria yang dikenalnya lewat WhatsApp. Remaja berusia 14 tahun itu kemudian disekap selama sembilan hari di sebuah rumah kosong.

NM mengungkapkan teah tiga kali diperkosa dan dilecehkan oleh pelaku selama disekap di rumah kosong. Ia diancam akan dibunuh jika tidak menuruti hawa nafsu pelaku.

"Sebanyak tiga kali (diperkosa). Dia selalu mengancam akan membunuh saya jika berteriak," ungkap NM di Polres Dompu, Rabu (22/5/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NM awalnya mengenal pelaku ketika dihubungi nomor tak dikenal di akun WhatsApp-nya. NM bahkan tidak mengetahui identitas pelaku. Dia hanya mengetahui nama panggilan lelaki itu dengan sebutan Reka.

ADVERTISEMENT

Remaja itu kemudian selalu berkomunikasi dengan kenalannya itu. Pelaku akhirnya mengajak NM jalan-jalan dan traktir bakso bersama dengan teman-teman korban.

NM yang masih polos mengikuti ajakan pelaku dan memintanya agar dijemput di sebuah gang tak jauh dari rumahnya. Mereka pun pergi dengan mengendarai motor.

Namun, bukannya pergi ke tempat tujuan, pelaku justru membawa korban ke sebuah rumah kosong yang hanya ditinggali oleh pelaku seorang diri. Di rumah itulah NM disekap dan diperkosa.

"Katanya pergi makan bakso, ada teman saya juga yang sudah tunggu. Tetapi, justru saya dibawa ke rumahnya di dekat sawah. Saya selalu diancam kalau berusaha kabur," ungkap NM.

Selama penyekapan, pelaku selalu mengancam NM akan menganiaya, bahkan akan membunuh korban kalau berusaha kabur dan berteriak meminta tolong. Aktivitas NM selalu diawali oleh pelaku sambil menenteng senjata tajam jenis parang.

Pelaku bahkan melarang korban untuk berkomunikasi dengan siapa pun, telepon seluler milik NM pun disita.

"Mandi saja saya selalu diawasi sehingga saya tidak berani kabur. Dia selalu ada. Tiga kali saya dipaksa untuk melayaninya," ujar NM.

Beruntung, NM berhasil lolos dari sekapan. Ia lolos ketika ada warga yang berteriak memanggil nama pelaku di depan rumah penyekapan. Teriakan itu ternyata suara warga yang mencari pelaku yang sudah dicurigai telah menculik NM. NM lantas mengenali suara salah satu warga adalah kakak kandungnya.

"Saya ketakutan dan bersembunyi di dalam lemari. Sempat saya tarik pintu lemari dari dalam karena saya mengira itu adalah pelaku, ternyata ada suara kakak saya sehingga saya buka dan langsung memeluknya," jelas NM.

Saat warga melakukan penggerebekan, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang. Seusai bebas dari penyekapan, NM kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Dompu.



(hsa/hsa)










Hide Ads