detikBali
Hutan Kera Sangeh

Kera Makan Pelancong Bertambah

Terpopuler Koleksi Pilihan
Hutan Kera Sangeh

Kera Makan Pelancong Bertambah


Gangsar Parikesit - detikBali

Wisatawan asing tengah memfoto monyet di Hutan Kera Sangeh, Selasa (28/7/2026).
Wisatawan asing tengah memfoto monyet di Hutan Kera Sangeh, Badung, Bali, Selasa (28/7/2026).Foto: Gangsar Parikesit/detikBali
Badung -

Sejumlah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) mengejar Hamdani. Primata itu mengincar kantung berisi edamame dan pisang yang dibawa oleh pria asal Probolinggo tersebut.

Hamdani berupaya tidak panik meski monyet tersebut naik ke bahunya. "Sebetulnya agak takut digigit dan dicakar, tapi sejauh ini aman karena (monyet) dikasih makan," tutur pria berusia 21 tahun itu kepada detikBali Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamdani baru pertama kali pelesiran ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh. Ia menyempatkan diri membeli makanan (pisang dan edamame) untuk kera seharga Rp 20 ribu yang dijual pengelola objek wisata tersebut.

Rasa cemas Hamdani dilukai monyet berkurang karena sejumlah petugas Hutan Kera Sangeh kerap berkeliling memantau wisatawan. Beberapa di antara petugas membawa katapel untuk mengusir kera yang membahayakan turis. "Asalkan ikuti petunjuk mereka (petugas) jadi tak takut digigit atau dicakar monyet," ungkap pria berkemeja itu.

ADVERTISEMENT

Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh Ida Bagus Gede Pujawan menuturkan para pelancong bisa memberi makan monyet sejak Januari 2024. Wisatawan mancanegara dewasa cukup membayar tiket Rp 75 ribu dan anak Rp 50 ribu untuk karcis masuk, termasuk mendapatkan air mineral dan makanan monyet. Sedangkan, tiket wisatawan domestik Rp 15 ribu tanpa memperoleh makanan kera.

Pujawan mengeklaim atraksi pemberian makan kera oleh wisatawan membuat primata itu tidak mengambil barang yang dibawa pelancong. "Justru dengan monkey feeding ini monyet lebih fokus pada makanan," paparnya.

Wisatawan tengah berinteraksi dengan monyet ekor panjang di Hutan Kera Sangeh, Badung, Bali, Selasa (28/7/2026).Wisatawan tengah berinteraksi dengan monyet ekor panjang di Hutan Kera Sangeh, Badung, Bali, Selasa (28/7/2026). Foto: Gangsar Parikesit/detikBali


Pemberian makan kera oleh turis, Pujawan melanjutkan, juga menjadi daya tarik Hutan Kera Sangeh dibandingkan hutan kera lainnya. Atraksi tersebut juga diklaim ampuh meningkatkan jumlah kunjungan turis ke hutan seluas 14 hektare tersebut.

Data DTW Alas Pala Sangeh menyebutkan jumlah kunjungan turis pada 2024 mencapai 144.733 orang. Adapun pada 2025 jumlah wisatwan yang berkunjung ke hutan kera itu naik menjadi 206.458 orang. Dari jumlah tersebut, pelancong asing masih mendominasi dibandingkan wisatawan domestik.

Atraksi memberi makan monyet, Pujawan berujar, mengakibatkan biaya makan kera turun. Sebelumnya, pengelola DTW Alas Pala Sangeh menghabiskan sekitar Rp 30 juta per bulan untuk makan monyet. Namun, kini turun menjadi berkisar Rp 18 juta per bulan.

Pengelola biasanya memberi makan para penghuni alas itu dua kali sehari yakni pukul 06.00 dan 11.00 Wita. Adapun, jumlah kera di hutan tersebut mencapai 700 ekor. "Makanannya kami taruh di tempat-tempat tertentu," tutur Pujawan.

Sejumlah wisatawan terlihat memberi makan monyet. Makanan juga bisa menarik perhatian monyet untuk mau berada di kepala, bahu, maupun tangan wisatawan. Momen kera-kera yang asyik makan dan bertengger di tubuh pelancong itu lalu diabadikan oleh fotografer. Para pelancong bisa menebus foto tersebut sebagai suvenir dari Hutan Kera Sangeh.



(gsp/iws)









Hide Ads