Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berencana menekan populasi anjing liar di daerah itu. Upaya eliminasi dilakukan lantaran warga resah dengan sejumlah kasus serangan anjing liar.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Masyhur, mengungkapkan warganya khawatir dengan rentetan peristiwa penyerangan anjing liar itu. Masyhur mengatakan proses eliminasi anjing liar masih terkendala racun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebenarnya ingin melaksanakan eliminasi secepatnya, cuma karena racun juga tidak ada ketersediaan. Kami bahkan akan berusaha meminjam di tempat lain karena cukup langka dan tidak diperjualbelikan," kata Masyhur saat dikonfirmasi detikBali via WhatsaApp (WA), Selasa (21/4/2026).
Masyhur menyebut pemberian racun tersebut menjadi salah satu cara untuk menekan populasi anjing liar di Lombok Timur. Operasi ini nantinya menyasar anjing-anjing liar yang dinilai mengganggu keselamatan masyarakat. Meski begitu, Masyhur akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).
"Kami di Dinas Peternakan pada dasarnya yang kami lindungi adalah hewan-hewan peliharaan. Kalau yang liar dan tidak bertuan, apalagi yang mengganggu, itu sasaran kami. Tetapi mungkin minimal kita nanti koordinasi dengan APH," jelas Masyhur.
Di sisi lain, Masyhur belum menemukan adanya indikasi anjing liar rabies di Lombok Timur. Ia menjelaskan perburuan anjing liar masih dilakukan untuk melakukan pemeriksaan.
"Kaitannya dengan rabies atau tidak rabies itu sudah kami turunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan," kata Masyhur.
Sebelumnya, seorang bocah bernama Riadil Jinan tewas seusai diserang gerombolan anjing liar di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (13/4). Pria berusia 11 tahun itu mengalami pendarahan hebat akibat luka gigitan di beberapa bagian tubuhnya.
Sepekan kemudian, segerombolan anjing liar kembali menyerang seorang anak di Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh.
Korban yang masih duduk di bangku kelas 4 SD itu diserang saat bermain di halaman rumah bersama teman-temannya. Kawanan anjing liar tiba-tiba datang, lalu mengejar dan menyerang korban.
(iws/iws)










































