Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali meletus, malam ini, pukul 18.22 Wita. Dari kejauhan, puncak gunung tampak memerah dan membara saat erupsi terjadi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph S Mboro mengatakan gunung berstatus Level III (Siaga) itu memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat hingga barat laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40,7 mm dan durasi ± 2 menit 13 detik. Erupsi disertai suara gemuruh kuat," kata Herman dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Herman mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat juga diharapkan agar tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda Flores Timur serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," imbuhnya.
Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan," tandasnya.
(dpw/dpw)










































