detikBali

Polisi Buru 2 Pria Berjaket Ojol Pembunuh WNA Belanda di Badung

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Polisi Buru 2 Pria Berjaket Ojol Pembunuh WNA Belanda di Badung


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Polisi melakukan olah TKP usai kejadian pembunuhan WN Belanda, Senin malam (23/3/2026)
Polisi melakukan olah TKP usai kejadian pembunuhan WN Belanda, Senin malam (23/3/2026) (Foto: Dok Polres Badung)
Badung -

Satreskrim Polres Badung memburu dua pria misterius yang diduga menusuk warga negara asing (WNA) asal Belanda, RP hingga tewas di Kuta Utara. Polisi mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku yang salah satunya terpantau mengenakan atribut ojek online (ojol).

"Kami sedang melakukan pengejaran dua orang terduga pelaku. Mereka terekam CCTV sempat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum kejadian," jelas Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, seizin Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, Selasa (24/3/2026).

Kata Agus, polisi sudah melakukan olah TKP dan menyisir kamera pengawas untuk memetakan jalur pelarian para terduga pelaku. Mereka terlihat mengendarai motor jenis metik berboncengan saat beraksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa berdarah ini menimpa korban, RP (49) di depan sebuah vila di kawasan Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Senin (23/3) sekitar pukul 22.50 Wita. Sejumlah warga sekitar sempat mendengar teriakan minta tolong.

Warga kemudian melihat kedua pelaku kabur sembari menenteng pisau. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pukul 23.29 Wita akibat kehabisan darah.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pendalaman, saat pelaku berboncengan terlihat pengendara di depan memakai jaket hitam ojol, helm hitam, dan masker biru. Sementara temannya di belakang hanya memakai kaus oranye tanpa helm.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti mulai dari kacamata, ponsel, hingga mata pisau yang terlepas dari gagangnya. Menariknya, tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang dibawa lari oleh kedua pelaku, sehingga polisi mengesampingkan motif perampokan.

"Barang-barang milik korban seperti HP dan perhiasan masih utuh di lokasi, jadi dugaan kuat kami ini murni penganiayaan berat atau pembunuhan berencana. Saat ini kami fokus mengumpulkan keterangan saksi," pungkas Agus Pasek.




(mud/mud)










Hide Ads