detikBali

Minta Blokade Dibuka, Pengemudi Mobil Dikeroyok Warga

Terpopuler Koleksi Pilihan

Minta Blokade Dibuka, Pengemudi Mobil Dikeroyok Warga


Rafiin - detikBali

Pengendara mobil dikeroyok di jalan lintas Tente-Parado tepatnya di Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB, Rabu, (4/3/2026)
Pengendara mobil dikeroyok di jalan lintas Tente-Parado tepatnya di Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB, Rabu, (4/3/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Bima -

Seorang pengendara mobil dikeroyok warga di jalan lintas Tente-Parado, tepatnya di Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (4/3/2026). Korban diduga menjadi sasaran amukan massa usai meminta akses jalan yang diblokade dibuka.

"Kejadiannya tadi siang," ucap Kapolsek Monta AKP Sudarto, Rabu (4/3/2026).

Sudarto mengatakan korban bernama Adnan (30), warga Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Ia menyebut korban telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut secara resmi ke Polres Bima pada hari yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi Polres Bima, karena korban sudah mengadukan resmi ke sana tadi," katanya.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Adnan mengaku peristiwa itu bermula saat ia bersama istrinya melintas menuju Desa Simpasai menggunakan mobil. Setibanya di Desa Tangga, perjalanan mereka terhenti karena ada kerumunan warga yang menutup akses jalan dengan batu dan kayu.

"Melihat ada aksi penutupan jalan, saya turun dari mobil. Sementara istri di dalam mobil," katanya.

Adnan kemudian meminta agar akses jalan yang diblokade dibuka karena mengganggu pengguna jalan, termasuk dirinya.

"Saya meminta baik-baik agar jalan yang ditutup segera dibuka. Karena kami tak bisa melintas dan mengundang kemacetan panjang," jelas dia.

Namun, permintaan tersebut tidak diterima warga. Ia mengaku tiba-tiba sejumlah orang melakukan pengeroyokan. Korban bahkan dikejar saat berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan massa.

"Saya dikeroyok ramai-ramai hingga mengalami luka lecet dan bengkak di bagian mata serta memar di bagian bahu," ujarnya.

Atas kejadian itu, Adnan mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bima. Ia berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan para pelaku ditangkap.

"Saya harapkan agar persoalan ini diatensi secepatnya," harap dia.




(dpw/dpw)










Hide Ads