Keluarga Ni Made Vaniradya Puspa Nitra tak menyangka teman anaknya, Radiet Ardiyansyah, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Mahasiswi Universitas Mataram (Unram) itu tewas dibenamkan dalam pasir Radiet.
"Kami benar-benar tidak menyangka bahwa itu Radiet yang sekarang menjadi tersangka," ucap ayah korban, I Ketut Nitra Bagia, saat ditemui detikBali di kediamannya di Lingkungan Pajang, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Senin (22/9/2025).
Bagia mengaku saat pertama kali melihat Radiet, ia percaya bahwa yang bersangkutan juga korban. Apalagi Radiet sempat mengaku dibegal bersama Vaniradya.
"Tapi ternyata sebaliknya sekarang. Kami hanya dari segi kemanusiaan saja (menyelamatkan Radiet) waktu itu, karena melihat Radiet dalam kondisi demikian. Kami tidak berpikir bahwa dia pelakunya, nggak ada sama sekali pikiran seperti itu," tegasnya.
Ia menilai Radiet tega melakukan hal tersebut, padahal anaknya tidak pernah memiliki masalah dengan pelaku.
"Tega sekali dia melakukan itu, ini yang kami tidak sangka-sangka. Padahal anak saya tidak pernah ada masalah dengan dia," ujarnya dengan wajah terpukul.
Respons serupa datang dari ibu korban, Ning Purnamawati, yang tampak berusaha menahan air mata saat dimintai keterangan. Ia masih sulit menerima kenyataan anaknya yang dikenal baik justru dibunuh oleh temannya sendiri.
Simak Video "Video: Polisi Tepis Motif Keluarga di Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS"
(dpw/dpw)