Pengedar Sabu Modus Baru di Tabanan Dibekuk, BB Dibungkus Tabung PCR

Chairul Amri Simabur - detikBali
Selasa, 16 Agu 2022 20:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Tabanan -

Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan menahan seorang pengedar sabu-sabu yang menjalankan aksinya dengan modus baru. Baru karena narkotika ditanam di tanah menggunakan microtube PCR atau tabung PCR.

Pelaku yang kini ditahan di Polres Tabanan itu atas nama Komang Cahya Putra Pande alias Petruk (26) dari Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.


"Itu (tabung PCR) dipakai untuk membungkus dan tempat sabu yang mau ditanam supaya tidak kena air," jelas Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

AKBP Ranefli menjelaskan, pelaku ditangkap pada Jumat (5/8/2022) di jalan jurusan menuju Pantai Kedungu, Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, sekitar pukul 18.30 Wita.

Tim dari Satuan Reserse Narkoba yang melakukan penangkapan menduga pelaku sebagai pengedar. "Dia diduga sebegai peluncur," sebut AKBP Ranefli.

Dari lokasi penangkapan, Polisi melakukan pengembangan hari itu juga. Selain di lokasi penangkapan, jalan jurusan Pantai Kedungu, pengembangan dilakukan di lima lokasi lainnya.

Lokasi terakhir yakni di kamar kos temannya di Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri. Adapun temannya yang menyewa kos di tempat itu kini berstatus buron. Temannya itu juga yang menyuruh pelaku untuk mengambil atau menyebar sabu-sabu tersebut.

"Saat tim tiba di sana, kamar kos itu sudah kosong. Teman pelaku ini sekarang berstatus buron," imbuh Ranefli.

Ia menjelaskan, jumlah keseluruhan barang bukti sabu-sabu yang disita dari pelaku dan tersebar di enam lokasi itu seberat 12,92 gram bruto atau 11,16 gram netto.

Pelaku disangkakan melakukan tindak pidana narkotika dengan ancaman sesuai ketentuan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ancaman hukumannya minimal pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun. Serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Selain Komang Cahya Putra Pande alias Petruk, Polisi juga menangkap dua tersangka tindak pidana narkotika lainnya masing-masing Ni Komang Wahyuni Safitri alias Wahyuni (29) dari Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.

Wahyuni ditangkap lebih awal yakni pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 20.30 Wita di jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,81 gram.

Kemudian Afri Rikardo alias Afri (21) dari Banyumas, Jawa Tengah, yang ditangkap pada Selasa (9/8/2022) sekitar pukul 15.00 Wita di pinggir jalan jurusan Tanah Lot, Banjar Ulun Desa, Desa Beraban, Kecamatan Kediri.

Dari Afri, Polisi menyita satu plastik klip berisi 0,38 gram sabu-sabu yang dibungkus ke dalam tabung PCR dan terbungkus plastik klip.

Sama seperti Petruk, Polisi juga menerapkan pasal sangkaan yang sama terhadap Wahyuni dan Afri.




Simak Video "Kronologi Pengedar Sabu di Tangerang Ditembak Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)