Penyidik Sita Dokumen Terkait Dugaan Korupsi di BUMDes Banjarasem

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Jumat, 22 Apr 2022 04:01 WIB
Tim Kejari Buleleng Melakukan Penyitaan terhadap sejumlah dokumen di BUMDes Banjarasem Mandara, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.
Tim Kejari Buleleng Melakukan Penyitaan terhadap sejumlah dokumen di BUMDes Banjarasem Mandara, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. (Foto: Dok. Kejari Buleleng)
Buleleng -

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng kembali melakukan penyitaan di kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjarasem Mandara, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Bali, Kamis (21/4/2022) sekitar pukul 13.00 Wita.

Sebelumnya Tim Penyidik Kejaksaan Buleleng telah melakukan penyitaan pertama yang dilakukan di bulan November 2020.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Buleleng Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan jika penyitaan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejari Buleleng dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, I Wayan Genip, SH, MH merupakan tindak lanjut dari penyidikan pertama.


Penyitaan dilakukan guna mengumpulkan barang bukti terkait kerugian keuangan negara dalam dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana pada BUMDes Banjarasem Mandara dengan tersangka berinisial MAT.

"Tersangka merupakan Bendahara yang merangkap sebagai sekretaris di kepengurusan BUMDes" Ujar Jayalantara dalam keterangan persnya, Kamis (21/4/2022).

Lanjut Jayalantara, proses penyitaan dilakukan oleh 4 (empat) orang penyidik yang berlangsung selama 4 jam lamanya.

Akhirnya tepat pada pukul 17.30 Wita tim penyidik berhasil mengamankan 195 dokumen yang diantaranya berupa buku kas keluar dan masuk, laporan keuangan, laporan kredit, kartu angsuran dan dokumen lainnya.

Saat melakukan proses penyitaan Tim Penyidik Kejari Buleleng ditemani oleh Ketua BUMDes Banjarasem Mandara yang bernama Komang Redita.

Selanjutnya atas perbuatannya tersangka MAT disangkakan dengan pasal Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Selanjutnya Penyidik akan mengajukan permohonan persetujuan penyitaan ke Pengadilan Negeri Singaraja, guna kelengkapan syarat formil Berkas Perkara" Tukas Jayalantara.



Simak Video "Penampakan Mobil-mobil Mewah Aset Tersangka Robot Trading Fahrenheit"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)