detikBali

Kreativitas Tanpa Batas Disabilitas di Ajang ICD Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kreativitas Tanpa Batas Disabilitas di Ajang ICD Denpasar


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kadinsos Kota Denpasar, Ayu Laxmy Saraswaty saat melihat UMKM hasil karya penyandang disabilitas, Kamis (20/8/2026).
Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kadinsos Kota Denpasar, Ayu Laxmy Saraswaty saat melihat UMKM hasil karya penyandang disabilitas, Kamis (20/8/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menggelar acara Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) untuk mendukung warga disabilitas Denpasar berkreasi. Total, ada 40 tenant yang diberdayakan oleh para disabilitas. Event tersebut digelar di Gedung Graha Nawasena, Kota Denpasar, Kamis (20/8/2026).

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara merasa bangga para penyandang disabilitas bisa menampilkan kreativitasnya, mulai usaha kuliner hingga lukisan. Dia pun mengapresiasi sebagian keuntungan disumbangkan untuk korban gempa di Flores, NTT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi yang membuat saya bangga, hasil penjualannya itu akan disumbangkan juga ke NTT. Walaupun kecil (sumbangan), hasil penjualan sebesar Rp 20-30 ribu dikumpulkan jadi Rp 2 juta untuk korban di NTT," ungkap Jaya Negara ditemui di lokasi.

"Mudah-mudahan ini jadi motivasi, penyemangat dan semoga menjadi contoh bagi kota-kota lain," sambung Jaya Negara yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati .

ADVERTISEMENT

Salah satu produk dupa, Laxmy menjelaskan, diolah dari barang-barang bekas seperti kertas koran, sisa kain, hingga serbuk kopi. "Ini juga (dupa) bagian untuk bisa dijadikan bagian meditasi. Sisa-sisa kopi dimanfaatkan untuk dupa, luar biasa," sambungnya.

Menurut Laxmy, produk-produk para penyandang disabilitas di Kota Denpasar itu sudah layak dipasarkan secara nasional.

"Kita dukung, apalagi sekarang ada Kementerian Sosial yang menawarkan tempat, artinya dipasarkan secara profesional dan mungkin akan ada nilai tambahnya," ujarnya.

Mengenai peningkatan nilai produk karya disabilitas, Laxmy menyebut Pemkot Denpasar melalui Dekranasda dan Perumda Tirta Sewakarma pada 3 Desember 2026 akan meluncurkan produk UMKM eksklusif yang memadukan desain lokal Denpasar dengan hasil lukisan penyandang disabilitas.

"Ini diharapkan agar bisa memberikan motivasi bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Mendorong produk ke segmen pasar yang lebih luas," tandas Laxmy.



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads