Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang staf pengolah sampah PT Eco Island inisial S (29), ditemukan tewas tergantung di kosnya di Dusun Gili Meno, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban meninggalkan sepucuk surat sebelum mengakhiri hidupnya.
Kasi Humas Polres Lombok Utara Iptu Zainuddin mengatakan peristiwa itu terjadi Kamis (3/9/2026). Korban merupakan warga Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban pertama kali ditemukan tergantung oleh rekannya, A (35) yang datang ke kos korban mengantarkan pengecas hp.
"Keterangan awal saksi, korban sebelumnya sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang sehat dan minta mengambilkan pengisi daya telepon seluler di kantor PT Eco Island untuk dibawa ke kos," kata Zainuddin, Jumat (4/9/2026).
Saat hendak masuk ke kosan korban, saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Saksi kemudian meminta bantuan rekan kerjanya yang lain untuk menurunkan korban.
Setelah korban diturunkan, saksi menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis korban. Surat itu berisikan permintaan maaf.
"Adi maaf ya, saya tinggalkan nggak tahan sakit sekali, kirim salam ke R suruh jaga anak," sebut Zainuddin menerjemahkan isi surat yang ditinggalkan korban.
Dikatakan, dirinya belum mengetahui pasti siapa R yang disebut korban untuk menjaga anak itu. Apakah istri korban atau bukan.
"Masih didalami oleh rekan-rekan penyidik. Apakah (R) ini istrinya atau keluarga lainnya," ucap dia.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian (TKP). Jenazah korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum luar.
Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa tersebut secara utuh.
"Untuk penyebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi," katanya.