detikBali

Festival Alunan Budaya Pringgasela Siapkan Pertunjukan Spektakuler

Terpopuler Koleksi Pilihan

Festival Alunan Budaya Pringgasela Siapkan Pertunjukan Spektakuler


Sanusi Ardi - detikBali

Keramaian warga di venue utama Alunan Budaya Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, Minggu (19/7/2026).
Keramaian warga di venue utama Alunan Budaya Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, Minggu (19/7/2026). (Foto: Sanusi Ardi/detikBali)
Flores Timur -

Alunan Budaya Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki satu dekade penyelenggaraan pada tahun ini. Berbagai pertunjukan budaya telah disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut.

Tahun ini, Alunan Budaya Desa Pringgasela mengusung tema "Srimananti". Tema tersebut menggambarkan harapan sekaligus peran perempuan dalam menjaga identitas kain tenun khas Desa Pringgasela.

Alunan Budaya Desa Pringgasela merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Festival ini berlangsung pada 19 hingga 25 Juli 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beragam pertunjukan telah disiapkan, mulai dari bazar UMKM, jalan sehat, pagelaran seni, hingga karnaval tenun sebagai sajian utama. Karnaval tenun tersebut diyakini menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap penyelenggaraan Alunan Budaya Desa Pringgasela.

ADVERTISEMENT

"Di malam puncak nanti akan ada Karnaval Tenun yang dilanjutkan dengan pertunjukan tarian kolosal. Ini yang menjadi daya tarik setiap penyelenggaraan setiap tahunya," kata Ketua Panitia Alunan Budaya Desa Pringgasela, Vidia Akmlaunnisa, Minggu (19/7/2026).

Pada malam puncak, pengunjung akan disuguhkan visualisasi Putri Srimananti yang dikemas lebih megah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Selain itu, akan ditampilkan sembilan tahapan proses pembuatan kain tenun.

Sembilan tahapan tersebut menggambarkan perjalanan pembuatan kain tenun, mulai dari pengolahan benang, pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami, hingga penyatuan benang menjadi sehelai kain tenun.

"Akan ada pertunjukan secara simbolis 9 tahapan proses pembuatan kain tenun. Ini kami tampilkan supaya masyarakat tahu khususnya para generasi muda untuk bisa memahami perjalanan panjang dalam menghasilkan satu helai kain tenun," ujar Vidia.

Vidia menambahkan, kain tenun Desa Pringgasela menggunakan pewarna alami. Penggunaan pewarna alami tersebut menjadi ciri khas sekaligus pembeda dengan kain tenun dari daerah lain.

"Keaslian warna alami dan motif yang khas menjadi keunikan tersendiri kain tenun Pringgasela. Ini yang menjadi pembedanya dengan kain tenun dari daerah lain," imbuhnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads