detikBali

Wisata Religi di Makam Selaparang Lombok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wisata Religi di Makam Selaparang Lombok


Arga Fahreza - detikBali

Makam Selaparang, Lombok, NTB. (Foto: Dok. Wonderful Indonesia)
Makam Selaparang, Lombok, NTB. (Foto: Dok. Wonderful Indonesia)
Lombok Timur -

Jejak Islam di Pulau Lombok tersebar di berbagai tempat, salah satunya adalah Makam Selaparang di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Makam dengan nisan kuno ini menjadi destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi peziarah muslim.

Makam Selaparang adalah situs makam tempat peristirahatan terakhir dari Kerajaan Selaparang. Kerajaan ini dikenal strategis dan menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Masyarakat hingga kini sering mengadakan ziarah, doa bersama, dan ritual adat pada waktu tertentu di makam tersebut. Tak hanya warga Lombok, peziarah juga datang dari luar pulau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sekilas tentang Kerajaan Selaparang di Lombok

Kerajaan Selaparang yang didirikan oleh Prabu Rangkesari pada abad ke-16 awalnya berdiri di wilayah Kayangan. Pemerintahannya kemudian dipindahkan ke Selaparang hingga mencapai puncak kejayaan.

Seperti kerajaan pada umumnya, Raja Selaparang juga menjalin hubungan dagang dan politik dengan kerajaan lain di Nusantara. Kerajaan ini juga tak dapat dilepaskan dari perkembangan Islam di Lombok.

Ketika masih berpusat di Kayangan, kekuatan dan ekonomi kerajaan lebih menekankan sektor maritim. Namun, setelah pusat pemerintahan pindah ke Selaparang, kerajaan ini menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi utama.

Keberhasilan mereka mengelola ekonomi membuat rakyat Kerajaan Selaparang menjadi lebih makmur. Selaparang dibentuk menjadi kota kerajaan yang dikelilingi oleh pemukiman desa di sekitarnya.

Tempat-tempat tersebut juga ditemui makam-makam dengan nisan yang berbahan batu andesit. Hingga kini, makam-makam kuno di Selaparang masih dapat ditemui bahkan banyak dikunjungi..

Makam Kuno Kerajaan Selaparang

Makam kuno Selaparang adalah cagar budaya yang ada di Lombok. Bentuk makam serupa dengan makam-makam kuno kerajaan lainnya di Nusantara.

Kijing makam disusun dengan batu-batu. Nisan sebagai penanda utama makam memiliki inskripsi yang masih dapat dibaca meski sudah dalam kondisi kurang baik.

Stutterheim, seorang peneliti asal Barat, sempat membaca tulisan yang ada di badan nisan di Makam Selaparang. Berikut ini hasil pembacaan Stutterheim:

  • Baris pertama: La ilaha ilallah
  • Baris kedua: Wa muhammadun rasul
  • Baris ketiga: Ullah dan maesan
  • Baris keempat: Gagawayan
  • Baris kelima: Para yuga

Stutterheim memaknai tulisan tersebut sebagai sebuah sengkala atau kode penulisan tahun yang dapat diartikan 1142 Hijriah atau 1729 Masehi. Angka tahun ini tidak begitu tua jika disandingkan dengan penafsiran lain yang berpendapat bahwa makam ini berdiri setidaknya 500 tahun lalu.




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE