detikBali

'Tugu Mayang' Juara 1 Lomba Ogoh-Ogoh Gianyar

Terpopuler Koleksi Pilihan

'Tugu Mayang' Juara 1 Lomba Ogoh-Ogoh Gianyar


Aryo Mahendro - detikBali

Ogoh-ogoh Tugu Mayang karya Sekaa Teruna (ST) Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Ogoh-ogoh 'Tugu Mayang' karya Sekaa Teruna (ST) Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

'Tugu Mayang' keluar sebagai juara 1 lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Gianyar 2026. Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, itu sempat viral di media sosial (medsos).

Lomba ogoh-ogoh tersebut merupakan rangkaian dari HUT ke-255 Kota Gianyar. Selain Tugu Mayang, delapan ogoh-ogoh terbaik perwakilan masing-masing kecamatan di Gianyar juga dipajang di Lapangan Astina, Alun-Alun Gianyar. Semua ogoh-ogoh itu akan diarak dalam sebuah parade pada 17 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Detailnya bagus. Mungkin cuma satu dari 1.000 seniman yang bisa membuat ogoh-ogoh seperti ini," kata Made Sudiartana, salah satu warga asal Kabupaten Klungkung yang terkesan dengan detail ogoh-ogoh Tugu Mayang di Alun-Alun Gianyar, Rabu (15/4/2026).

Ogoh-ogoh Tugu Mayang menggambarkan empat penjuru energi yang berkumpul menjadi satu. Tiga sosok ogoh-ogoh yang saling gendong itu dimaknai sebagai individu dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

ADVERTISEMENT

Satu sosok divisualkan mampu berjalan, tapi tidak dapat melihat arah. Ada pula sosok yang mampu melihat, tapi tak dapat bergerak. Kemudian, ada sosok yang mampu bergerak dan melihat, tapi tuli alias tidak dapat mendengar. Sedangkan sosok keempat yang dimaksud adalah bataran persegi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, mengungkapkan hasil penjurian menempatkan Tugu Mayang mendapat skor tertinggi 268. Disusul ogoh-ogoh karya ST Eka Susila Banjar Buda Ireng, Desa Adat Batuyang, sebagai juara 2 dengan nilai 258.

Sedangkan, ogoh-ogoh karya ST Giri Manila Sari Banjar Susut, Desa Adat Susut, Payangan, sebagai juara 3 dengan skor 240. Sebagai bentuk apresiasi, juara 1 tingkat kabupaten memperoleh hadiah sebesar Rp 50 juta, juara 2 sebesar Rp 40 juta, dan juara 3 sebesar Rp 30 juta.

"Selain itu, juara harapan juga mendapatkan hadiah dengan total nilai mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta," kata Widya Utama.

Widya Utama mengatakan penilaian ogoh-ogoh dilakukan tim juri yang terdiri dari unsur seniman, akademisi, dan praktisi budaya. Adapun, poin penilaian meliputi tema, sinopsis, karakter, inovasi, serta rancang bangun.

Proses penilaian dilaksanakan secara langsung di lokasi. Dewan juri mengamati secara menyeluruh detail karya serta penyajian masing-masing peserta.

"Setiap karya yang dipresentasikan menampilkan karakter dan tema yang beragam, mencerminkan kreativitas, inovasi, serta kekayaan nilai filosofis dalam tradisi ogoh-ogoh di masing-masing daerah," imbuh Widya Utama.




(iws/iws)










Hide Ads