Kisah Sekaa Gamelan 'Penting' di Karangasem, Rela Pentas Tak Dibayar

Kisah Sekaa Gamelan 'Penting' di Karangasem, Rela Pentas Tak Dibayar

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 11 Sep 2022 16:08 WIB
Sekaa Penting Merdu Komala di Karangasem.
Sekaa Penting Merdu Komala di Karangasem. (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Kesenian gamelan penting khas Karangasem perlahan kembali menggeliat. Hal itu tidak terlepas dari kegigihan Sekaa Penting Merdu Komala, salah satu komunitas pelestari gamelan penting di Karangasem. Bahkan, mereka rela pentas tak dibayar demi membumikan gamelan penting yang sempat terancam punah.

Eksistensi gamelan penting sempat terlupakan sejak 1970-an lantaran jarang ada yang memainkan. Padahal, alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik seperti gitar itu biasanya digunakan sebagai hiburan untuk para tamu saat zaman Kerajaan Karangasem.

Ketua harian Sekaa Penting Merdu Komala, I Wayan Widana (56) mengatakan komunitasnya mencoba membangkitkan kesenian penting. Ia mengakui, di era 1970-an nyaris tidak ada lagi regenerasi penabuh gamelan penting. Ketika itu, para penabuh gamelan penting kebanyakan yang sudah berumur.


"Akhirnya, tahun 2002 yang lalu saya dan adik saya mencoba untuk membangkitkan kembali kesenian ini," kata Widana saat ditemui di Taman Tirta Gangga, Minggu (119/2022).

Upaya Widana untuk melestarikan gamelan penting sempat menemui kesulitan, baik dari segi pemain maupun pementasan. Namun, karena keinginan kuat untuk memperkenalkan gamelan penting, Sekaa Penting Merdu Komala bahkan rela pentas walaupun tidak dibayar.

"Saat itu masih sangat sulit untuk mencari panggung untuk pementasan gamelan penting. Bahkan saya sendiri yang mengajukan diri setiap ada acara di wilayah Karangasem agar gamelan penting bisa dipentaskan dan semua itu gratis," kata Widana.

Widana dan anggota Sekaa Penting Merdu Komala juga rela menggunakan uang pribadi untuk keperluan pementasan. Perlahan, kesenian gamelan penting mulai kembali dikenal oleh masyarakat.

I Ketut Bawa (66) selaku pembina Sekaa Penting Merdu Komala menjelaskan cara memainkan alat musik penting. Menurutnya, memainkan penting gampang-gampang susah. Meski begitu, menurutnya kini cukup banyak anak-anak muda yang ingin belajar gamelan penting ini.

"Untuk memainkannya bisa dengan cara dipetik seperti gitar dan di bagian atasnya ada semacam tombol yang nantinya ditekan-tekan untuk mencari nada," kata Bawa.

Untuk diketahui, alat musik penting ini akan semakin meriah jika dikolaborasikan dengan gamelan Bali lainnya seperti kendang, ceng-ceng, tawa-tawa, suling, dan yang lainnya. Kini, masyarakat umum dapat menyaksikan secara langsung pertunjukan gamelan penting di Taman Tirta Gangga, Karangasem. Pementasan berlangsung setiap hari Minggu, dari pukul 11.00-15.00 Wita.

(iws/iws)