detikBali

Hari Pertama Ganjil-Genap Isi BBM, Antrean di SPBU Bali Berkurang Drastis

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hari Pertama Ganjil-Genap Isi BBM, Antrean di SPBU Bali Berkurang Drastis


Hakim Dwi Saputra - detikBali

Situasi SPBU di Jalan Raya Puputan, Sabtu (17/10/2026).
Foto: Situasi SPBU di Jalan Raya Puputan, Sabtu (17/10/2026). (Hakim Dwi Saputra/detikBali)
Denpasar -

Sutopo (33) akhirnya bisa bernapas lega. Hari ini, Sabtu (17/10/2026), tangki bensin motor Honda Scoopy kesayangannya terisi hampir penuh. Driver atau pengemudi ojek online itu bisa kembali mengaktifkan aplikasi miliknya yang dimatikan sejak krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Bali.

"Sudah tiga hari ini nggak narik," ujar Sutopo diwawancarai seusai mengisi BBM di SPBU Jalan Raya Puputan, Denpasar, Sabtu pagi.

Sehari sebelumnya, antrean kendaraan bermotor di SPBU yang letaknya dekat kampus ITB Stikom Bali itu mengular sangat panjang. Namun, pagi ini, antrean berkurang drastis. Memang masih meluber ke jalan, tapi hanya beberapa meter saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi cuma antre sekitar 15 menit saja," ujar pria tinggi besar itu.

Situasi SPBU di Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja, Denpasar, Sabtu (17/10/2026).Situasi SPBU di Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja, Denpasar, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Istimewa)

Hari ini adalah hari pertama pemberlakuan pelat nomor ganjil-genap untuk mengisi BBM. Hari ini, hanya pelat nomor dengan angka terakhir ganjil yang diperbolehkan mengisi BBM. Meski antrean sudah jauh berkurang, tapi sejumlah polisi masih berjaga di SPBU. Mereka bertugas merapikan antrean dan mengawasi ketika ada pengendara motor dengan pelat nomor genap yang nekat masuk antrean.

ADVERTISEMENT

"Tadi ada beberapa yang genap (pelat nomor) tidak diperbolehkan," kata Sutopo.

Pembelian BBM juga dibatasi untuk menjaga pasokan. Untuk mobil maksimal 20 liter, sedangkan motor 3 liter. Ada beberapa pengendara yang meminta diisi penuh, tapi dilarang oleh operator SPBU.

"Maksimal tiga liter saja, Pak," ujar operator SPBU Jalan Raya Puputan yang melayani pelanggan.

Tak cuma antrean di SPBU itu saja yang mulai terurai. Situasi serupa juga terjadi di beberapa SPBU lain. Di antaranya, SPBU Jalan Tukad Yeh Aya Renon, SPBU di Jalan Raya Puputan sebelum Plaza Renon, dan SPBU Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja. Di ketiga SPBU tersebut antrean kendaraan juga jauh berkurang dibanding sehari sebelumnya.

"Antrean mobil juga lumayan sepi," ujar Rizal Akbar, salah seorang warga yang sempat antre di SPBU Hang Tuah.

Diberitakan sebelumnya, pengisian BBM bersubsidi di seluruh Bali mulai Sabtu (17/10/2026) diatur dengan sistem ganjil genap. Kebijakan ini berlaku hingga Senin (19/10) untuk mempercepat pengisian BBM dan mengurai antrean di SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kebijakan tersebut tertuang dalam surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM yang telah diterima Pertamina.

"Pengisian BBM dengan menerapkan nomor polisi ganjil dan genap, mulai diperlakukan pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2026, sampai dengan hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026," ujar Ahad saat ditemui di Integrated Terminal (IT) Sanggaran, Denpasar, Jumat (16/10/2026).

Ahad menjelaskan pengisian BBM subsidi, khususnya Pertalite, akan disesuaikan dengan angka terakhir nomor polisi kendaraan dan tanggal yang berlaku. Kendaraan dengan pelat nomor ganjil dapat mengisi BBM pada 17 Oktober, sedangkan kendaraan dengan pelat nomor genap pada 18 Oktober.

"Jadi, tanggal 17 adalah kendaraan dengan pelat nomor ganjil dan berikutnya tanggal 18 kendaraan dengan pelat nomor genap di seluruh Provinsi Bali," jelasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads