Direktur PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal. Bos perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Cina itu datang untuk menjajaki berbagai potensi investasi beberapa sektor di NTB.
Lu Keming mengungkapkan kedatangannya difasilitasi Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB untuk melihat berbagai potensi investasi di Bumi Gora. Menurut Lu Keming, NTB mempunyai kekayaan alam yang luar biasa.
"Setelah kami datang ke sini, kami mengetahui bahwa sumber daya di sini cukup banyak," ungkap Lu Keming di depan ruang kerja Gubernur NTB, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lu Keming melihat peluang kerja sama mineral murni yang dapat dikembangkan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Investasi komoditas seperti emas juga terdapat di daerah lain, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, Lu Keming mengerucutkan dua sektor utama yang dapat dikerjasamakan dengan NTB, yaitu pertambangan (mining) dan material abu vulkanik di Gunung Rinjani. Khusus abu vulkanik, Lu Keming menilai sangat dibutuhkan untuk mendongkrak sektor pertanian di Cina.
"Karena teknologi kami di China sekarang sangat maju. Kalau kami tambahkan kemahirannya, kami bisa meningkatkan tanahnya dan mengubahnya dengan kandungan di dalam abu vulkanik," ujar Lu Keming.
Pemanfaatan abu vulkanik murni, beber Lu Keming, bisa dicampur dengan tanah untuk perkebunan, seperti kopi atau sawah, agar tanaman menjadi lebih subur dan menghasilkan panen yang bagus.
Pemanfaatan material ini memerlukan perizinan yang ketat dari pemerintah, terutama di kawasan sensitif seperti sekitar Gunung Rinjani. Lu Keming berharap ada dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk mempermudah investasi dan pengiriman ekspor di NTB.
"Ini kuncinya, butuh dukungan pemerintah untuk bisa masuk, mempermudah investasi dan pengiriman ekspor," jelas Lu Keming.
Lu Keming menuturkan PT Star Bright International Investment bukan pertama kali masuk Indonesia. Perusahaan yang dipimpinnya itu merupakan investor asing pertama yang masuk Indonesia untuk membangun kompleks apartemen di Ibu Kota Nusantara (IKN).
PT Star Bright International Investment menginvestasikan Rp 1,25 triliun di IKN. "Di mana hingga saat ini untuk fase pertama sudah merealisasikan investasi dalam skala besar di sana. Nah kami tertarik investasi di NTB," tegas Lu Keming.
Lu Keming berkeinginan izin investasi bisa diberlakukan seperti di Morowali yang sukses menarik banyak perusahaan besar asal Cina. Dia menilai kebijakan investasi di sana sangat dipermudah oleh pemerintah
"Kami di IKN juga diberi free tax ya, free tax untuk impor bahan-bahannya," jelas Lu Keming.