detikBali
Nasional

Buruknya Ekonomi RI: Harga Emas Turun, IHSG Melemah, dan Rupiah Tak Berdaya

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nasional

Buruknya Ekonomi RI: Harga Emas Turun, IHSG Melemah, dan Rupiah Tak Berdaya


Tim detikFinance - detikBali

Ilustrasi investasi dan ekonomi
Foto: Ilustrasi investasi dan ekonomi. (freepik/Freepik)
Jakarta -

Ekonomi Indonesia rupanya makin memburuk. Harga emas makin menurun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah, dan nilai tukar rupiah makin tak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari detikFinance, harga emas Antam kembali mengalami penurunan dan melanjutkan tren pelemahan pada Kamis (15/10/2026). Harga emas Antam 24 karat turun Rp 13.000 per gram dan kini berada di level Rp 2.561.000 per gram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.330.500 pada Kamis (15/10/2026). Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 25.105.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.501.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam berada dalam rentang Rp 2.561.000-2.594.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, harga emas Antam bergerak dalam rentang Rp 2.561.000-2.638.000 per gram.

ADVERTISEMENT

Sementara harga emas untuk buyback emas Antam pada Kamis (15/10/2026) juga turun Rp 13.000 per gram dan berada di level Rp 2.370.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Sementara itu, IHSG pada Kamis (15/10/2026) melemah dan berada di zona merah. IHSG berada di level kurang dari 6.000.

Dilansir dari data perdagangan RTI, Kamis (15/10/2026), IHSG begitu dibuka langsung berada di zona merah, tepatnya di level 5.917,13. Setelahnya, IHSG turun makin dalam hingga paling rendah di level 5.881,03

Per pukul 09.14 WIB, IHSG terparkir di level 5.887,81 turun sekitar 55,21 poin atau sekitar 0,93%. Mayoritas saham memerah pagi ini, totalnya ada 453 saham. Hanya 129 saham saja yang masih menguat, 155 sisanya stagnan tak bergerak.

Total volume perdagangan pagi ini mencapai 5.011 miliar saham dengan perputaran uang sampai Rp 1.495 triliun. Frekuensi perdagangan sebesar 207.731 kali.

Sepanjang perdagangan sebulan terakhir, IHSG melemah 8,89%. Kemudian sepanjang tahun 2026, indeks saham melemah hingga 31,91%.

Di sisi lain, dolar AS kembali menguat di hadapan rupiah pada perdagangan pada Kamis (15/10/2026). Mata uang Paman Sam itu semakin dekat ke level Rp 18.000-an pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS melemah 0,31% ke level Rp 17.959 pada perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam itu terus bergerak menguat dari level Rp 17.951 pada pembukaan perdagangan.

Dolar AS bergerak menguat dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.903. Dolar AS diperkirakan bergerak pada rentang Rp 17.944 hingga Rp 17.965 hari ini.

Dolar AS menguat 7,67% terhadap mata uang Garuda sepanjang tahun 2026. Kemudian pagi ini, dolar AS juga bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang negara besar.

Terhadap EUR, mata uang Paman Sam itu menguat 0,63%. Kemudian terhadap mata uang GBP, dolar AS juga menguat 0,42%.

Sedangkan terhadap mata uang JPY, dolar AS melemah 0,42%. Sementara terhadap mata uang AUD, dolar AS melemah 0,22%.

Terhadap mata uang CAD dolar AS melemah 0,20%. Sementara terhadap mata uang CHF, dolar AS melemah 0,77%.

Artikel ini telah tayang di detikFinance.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads