Penumpang pesawat nantinya tak perlu lagi repot mengeluarkan dan menunjukkan KTP kepada petugas bandara. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports tengah menyiapkan sistem biometrik dan pengenalan wajah untuk mempermudah proses validasi penumpang.
Direktur Utama Angkasa Pura, Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan transformasi tersebut dilakukan agar penumpang tidak lagi menjalani proses validasi secara manual. Dengan sistem biometrik, identitas penumpang nantinya dapat divalidasi menggunakan teknologi pengenalan wajah.
"Tranformasi proses, ini salah satunya bagaimana memberikan layanan yang simpel, kita tahu bahwa antrean KTP satu-satu dicek, hari ini belum, ke depannya by biometrik by face recognition tidak perlu lagi ke depan menunjukkan KTP," kata Rizal dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026), dilansir dari detikFinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut akan membuat proses pemeriksaan lebih praktis. Penumpang tidak perlu lagi membuka dompet untuk mengambil KTP atau menunjukkan dokumen secara manual kepada petugas.
"Kita maunya ke depan jangan lagi penumpang harus buka dompet mengeluarkan KTP atau jangan lagi penumpang mengeluarkan kertas catatan, bahkan kadang-kadang kertasnya tertinggal dan terus ditolak oleh bandara seolah-olah kita nggak bisa membantu atau melayani," tuturnya.
Saat ini, prototype sistem tersebut sedang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Surabaya hingga Bali untuk penerbangan domestik. Setelah itu, teknologi serupa akan disiapkan di sejumlah bandara strategis lainnya.
"Iya. Sekarang prototype-nya sedang berlangsung di Soekarno-Hatta. Dan nantinya bandara-bandara strategis kita akan siapkan seperti itu," kata Rizal.
Transformasi layanan tersebut juga didukung sistem PIONA (Passenger Validation in Airport). Sistem ini berfungsi memvalidasi data penumpang sekaligus meningkatkan akurasi pelaporan pendapatan Passenger Service Charge (PSC).
Per Juli 2026, sistem PIONA telah diterapkan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dengan pemasangan perangkat totem dan PC. Implementasi PIONA ditargetkan mencakup seluruh bandara pada November 2026.