BPS NTB Catat Ekspor Tembus US$ 166 Juta, Kunjungan Turis Naik 29,5%

Nathea Citra - detikBali
Selasa, 01 Sep 2026 22:50 WIB
Gili Trawangan. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Mataram -

Nilai ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2026 tercatat mencapai US$ 166 juta. Angka tersebut meningkat 38,90 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan kenaikan ekspor tersebut terutama didorong oleh meningkatnya ekspor barang nontambang, khususnya kelompok komoditas tembaga dan perak hasil industri smelter.

"Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan ekspor barang nontambang pada kelompok tembaga dan perak hasil industri smelter serta kelompok ikan dan udang," kata Wahyudin usai rilis data ekspor di kantornya, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan komoditasnya, tembaga menjadi penyumbang terbesar ekspor NTB pada Juli 2026 dengan nilai US$ 155 juta atau 93,55 persen dari total ekspor. Selanjutnya, perhiasan dan permata mencapai US$ 7,6 juta (4,60 persen), serta ikan dan udang sebesar US$ 2,6 juta (1,60 persen).

Komoditas lainnya meliputi garam, belerang dan kapur sebesar US$ 187 ribu (0,11 persen), produk hewani US$ 121 ribu (0,07 persen), mesin atau peralatan US$ 62 ribu (0,04 persen), biji-bijian berminyak US$ 27 ribu (0,02 persen), serta komoditas lainnya US$ 17,9 ribu (0,01 persen).

Wahyudin menjelaskan, komoditas tembaga menjadi ekspor terbesar dengan tujuan negara China, Thailand, dan Korea Selatan. Disusul kelompok perhiasan yang ditujukan ke Uni Emirat Arab, Thailand, dan Jepang. Sedangkan kelompok udang dan ikan ditujukan ke Amerika Serikat dan Malaysia.

Berdasarkan tujuan negara, Tiongkok menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar, yakni US$ 81 juta atau 49 persen. Disusul negara kedua tertinggi ada Thailand dengan nilai ekspor US$ 50,3 juta (30,34 persen), Korea Selatan US$ 17,5 juta (10,55 persen), Vietnam US$ 4,1 juta (2,48 persen), Taiwan US`$ 4 juta (2,41 persen).

"Kemudian ada Uni Emirat Arab dengan nilai ekspor US$ 3,6 juta (2,20 persen). Disusul Amerika Serikat US$ 2,6 juta (1,59 persen), Jepang US$ 1,67 juta (1,01 persen), Australia US$ 422 ribu (0,08 persen), dan negara lainnya US$ 140 ribu (0,08 persen)," tutur Wahyudin.

Sementara itu, BPS NTB juga mencatat nilai impor NTB pada Juli 2026 yang justru mengalami penurunan 76,91 persen dibandingkan impor Juli 2025.

"Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong. Kelompok komoditi yang paling tinggi mengalami penurunan impor ialah kelompok karet dan barang dari karet serta kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik," terangnya.

Adapun, komoditas impor terbesar berupa karet dan barang dari karet sebesar US$ 2,7 juta atau 56,90 persen. Disusul mesin-mesin/pesawat mekanik US$ 1,7 juta (36 persen), mesin/peralatan listrik US$ 139 ribu (2,87 persen), benda-benda dari besi dan baja US$ 95 ribu (1,97 persen), berbagai barang logam dasar US$ 73 ribu (1,52 persen), perangkat optik US$ 12 ribu (0,25 persen), besi dan baja US$ 5 ribu (0,12 persen), plastik dan barang dari plastik US$ 4,4 ribu (0,09 persen), aluminium US$ 3,1 ribu (0,06 persen).

"Nilai impor NTB pada Juli 2026 terbesar berasal dari Jepang dengan nilai US$ 2,7 juta atau sekitar 56 persen. Disus Amerika Serikat dengan nilai US$ 1,6 juta (33,29 persen), dan Australia US$ 477 ribu (9,86 persen)," beber Wahyudin.

Kunjungan Turis Naik 29,5 Persen pada Juli 2026

BPS NTB mencatat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke NTB pada Juli 2026 melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) sebanyak 9.039 orang. Kunjungan turis asing ini mengalami kebaikan hingga 29,50 persen dibandingkan Juni 2026, yakni hanya mencapai 6.980 orang.

"Peningkatan kunjungan wisatawan asing melalui Bizam utamanya disebabkan oleh peningkatan turis dari regional Eropa. Pada Juli ini turis Eropa tercatat sebanyak 5.293 orang, angka ini meningkat dibandingkan Juni 2026 sebesar 2.428 orang," kata Wahyudin.

BPS NTB mencatat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang melalui Bizam pada Juli 2026 sebesar 9.039 orang. Turis asal Eropa mendominasi tingkat kunjungan dengan jumlah 5.239 orang.

Kemudian disusul turis ASEAN sebanyak 2.010 orang, Asia (non-ASEAN) 771 orang, Oseania 499 orang, Amerika 363 orang, Afrika 83 orang, dan turis Timur Tengah sebanyak 20 orang.

"Tiga negara asal turis terbanyak meliputi Malaysia 1.178 orang, Prancis 1.014 orang, dan Inggris 965 orang," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi tingkat hunian kamar, hotel bintang masih jadi pilihan utama bagi wisatawan mancenagara maupun wisatawan domestik. BPS NTB mencatat hunian kamar hotel bintang meningkat hingga 6,68 poin pada Juli 2026, peningkatan hunian wisatawan juga terjadi di hotel non bintang, dengan kenaikan hingga 3,91 poin.

"Rata-rata tamu asing yang menginap di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 2,35 hari, sedangkan tamu domestik mencapai 1,72 hari," imbuhnya.

"Tingkat hunian kamar hotel bintang maupun nonbintang didorong oleh masuknya event nasional Pocari Run Lombok pada 11-12 Juli lalu di Sirkuit Mandalika, serta kunjungan Presiden Prabowo di Meninting beberapa waktu lalu," sambungnya.

Berdasarkan jumlah tamu yang menginap, BPS mencatat peningkatan jumlah tamu, baik itu di hotel bintang maupun hotel non bintang. Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 143 ribu orang, atau meningkat hingga 16,78 persen. Sementara jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang mencapai 172 ribu orang, atau meningkat 15 persen.

"Jumlah tamu asing yang menginap di hotel bintang sebesar 58 ribu turis, sementara wisatawan domestik mencapai 84 ribu orang. Untuk hotel non bintang, jumlah turis yang menginap mencapai 77 ribu orang, dan 95 ribu wisatawan domestik menginap di hotel non bintang," tandasnya.



Simak Video "Video Pencuri Kabel Tembaga di Makassar Ditangkap, Duit Buat Kebutuhan Harian"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork