detikBali

Cerita Wayan Sution Manfaatkan Limbah Kayu untuk Melukis Wayang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cerita Wayan Sution Manfaatkan Limbah Kayu untuk Melukis Wayang


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

I Wayan Sution Ariawanmenunjukkan karya lukisdengan media limbah kayu. (Foto:Krisna Pradipta/detikBali)
I Wayan Sution Ariawan menunjukkan karya lukis dengan media limbah kayu. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

I Wayan Sution Ariawan mempunyai cara sendiri untuk menghasilkan karya seni lukis bertema wayang. Seniman asal Banjar Puseh, Kecamatan Kediri, Tabanan, itu memanfaatkan limbah atau potongan kayu jati bekas sebagai media lukis.

Limbah kayu yang dikumpulkan Sution tidak sekadar menjadi media lukis. Tekstur dan serat alami kayu justru menjadi bagian dari karakter lukisan yang dia hasilkan. Semakin tidak rata dan bergelombang permukaan kayu, Sution berujar, semakin menarik pula untuk dijadikan media lukis.

"Kayunya dari bekas limbah, kemudian disesuaikan dengan media dan tekstur kayu. Semakin bergelombang teksturnya, apalagi ada yang berlubang, semakin bagus. Tetapi memang butuh imajinasi tinggi untuk melukisnya," ujar Sution, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian karya lukis Sution turut dipamerkan saat gelaran Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026. Lukisan-lukisan Sution lebih banyak mengangkat tema wayang.

Selain itu, ia juga melukis objek binatang hingga karakter rangda dan barong. Menariknya, ia juga memanfaatkan warna alami kayu sehingga tak perlu lagi menambahkan cat pada objek tertentu.

ADVERTISEMENT

"Kalau pakai kayu, tidak perlu tambah cat untuk warna kulit wayang atau objek tertentu, karena warna kayunya sudah seperti warna kulit. Selain itu, saya juga mencari kayu yang berserat," imbuh Sution.

Sution dapat menyelesaikan sekitar tiga karya lukis wayang dalam sehari. Namun, itu juga tergantung tingkat kesulitan dan kondisi kayu yang digunakan.

Keunikan teknik tersebut membuat karya Sution cukup menarik perhatian pengunjung Tanah Lot Festival. Tidak sedikit pengunjung yang membeli lebih dari satu lukisan. Harga lukisan Sution mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung ukuran, media kayu, tingkat kerumitan, dan objek yang dilukis.

"Justru penjualan di sini lebih banyak. Kalau di rumah biasanya pesanan saja, sistemnya pre-order," tutur Sution.

"Ini baru pertama kali ikut di Tanah Lot. Saya lebih mencari nama dulu, tidak mencari untung," imbuhnya.

Selain lukisan di atas kayu, Sution juga membawa sejumlah produk kerajinan lain seperti lukisan kanvas, okokan mini, hingga ogoh-ogoh mini. Kemampuan melukis tersebut telah ditekuni Sution secara autodidak sejak kecil.

Kini, kecintaan Sution terhadap seni juga mulai diteruskan kepada keluarganya. Kedua anak Sution turut belajar dan mengikuti jejaknya dalam berkesenian.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads