Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menguji coba 11 unit bus listrik hibah dari Korea Selatan di Bali. Semua bus akan diintegrasikan dengan rute Koridor I Trans Sarbagita, yakni rute GOR Ngurah Rai menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Rencananya, uji coba itu akan dijadwalkan mulai Oktober 2026. "Bus listrik mungkin kita akan mulai dicobakan. Targetnya sih di bulan Oktober," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Kadek Mudarta, dikonfirmasi detikBali, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus listrik itu sebelumnya merupakan hibah dari pemerintah Korea Selatan melalui kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI). Pengadaan bus listrik ini merupakan bagian dari proyek Bali E-Mobility.
Selain itu, 11 bus tersebut merupakan aset yang berada di bawah brand Sarbagita. Oleh karenanya rutenya akan mengambil alih rute Koridor I Trans Sarbagita. Keputusan itu juga diambil berdasarkan kajian yang mendukung bus listrik itu untuk berjalan di rute GOR Ngurah Rai - Universitas Udayana - GWK.
"Kalau berdasarkan kajian untuk bus listrik itu koridor satunya kita, jadi koridor yang dari GOR Ngurah Rai ke Unud dan GWK," paparnya.
Mengenai tarif, Mudarta masih belum memastikan soal pengadaan tarif selama masa uji coba. Pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kemungkinan skema gratis selama uji coba atau langsung diterapkan tarif normal.
Nemun demikian, jika masa uji coba usai dan bus listrik tersebut masuk dalam skema layanan transportasi reguler, maka tarif normal akan tetap berlaku.
"Nanti kita cek dulu skemanya. Sebelum bisa saya katakan apakah gratis atau apakah nanti sudah langsung berbayar, tergantung skemanya," tambah Mudarta.
Untuk mendukung operasionalnya, fasilitas pengisian daya bus juga akan disiapkan di dua titik. Fasilitas charging disiapkan di GOR Ngurah Rai untuk persiapan pemberangkatan bus. Sementara, pada malam hari bus dapat mengisi daya di fasilitas charging yang disiapkan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali.