detikBali

Disorot soal Eks Pejabat, BTID Klaim 53 Persen Pegawai Lokal

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Disorot soal Eks Pejabat, BTID Klaim 53 Persen Pegawai Lokal


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bali dengan PT BTID, Senin (11/5/2026).
Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bali dengan PT BTID, Senin (11/5/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

PT Bali Turtle Island Development (BTID) buka suara setelah disorot DPRD Bali terkait sejumlah mantan kepala dinas yang bekerja di perusahaan itu usai pensiun. Di tengah sorotan tersebut, BTID mengeklaim lebih dari separuh pegawainya berasal dari Desa Serangan, Denpasar.

Head of Legal PT BTID Yossy Sulistyorini menyebut 53 persen karyawan perusahaan berasal dari Serangan, lokasi pengembangan KEK Kura Kura Bali.

Pernyataan itu disampaikan Yossy saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pansus TRAP DPRD Bali, Senin (11/5/2026). Mulanya, pansus mempertanyakan sistem ketenagakerjaan di PT BTID karena melihat sejumlah mantan pejabat tingkat kota maupun provinsi bekerja di perusahaan tersebut setelah pensiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait dengan tenaga kerja, perlu juga kami sampaikan fakta bahwa 53 persen karyawan kami adalah berasal dari Serangan. Itu juga bekerja di berbagai bidang yang mana itu juga salah satu fakta yang harus kami sampaikan," kata Yossy.

ADVERTISEMENT

Sorotan soal eks pejabat yang bekerja di PT BTID juga sempat menyeret nama Sekda Bali Dewa Made Indra. Muncul isu bahwa Indra bakal menjadi komisaris PT BTID setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Namun, Indra membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak mengetahui isu yang beredar di publik.

"Itu hanya karangan di luar saja untuk meramaikan situasi. Tapi saya sama sekali tidak tahu dan pemiliknya pun saya tidak tahu," kata Indra saat ditemui di Kantor Satpol PP Bali, Rabu (6/5/2026).




(dpw/dpw)










Hide Ads