Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, Klungkung, Bali, kembali menggeliat setelah sempat anjlok tajam pada Maret 2026. Jumlah kunjungan yang sebelumnya jatuh di bawah 1.000 per hari, kini kembali mendekati angka normal.
Perang di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang memicu penurunan drastis tersebut.
"Dalam pemantauan kami, memang jika dilihat antara sebelum dan sesudah terjadi perang, ada penurunan drastis. Sangat signifikan," kata Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Klungkung Ida Bagus Gede Agung Prayudha kepada detikBali, Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sebelum penurunan, kunjungan wisatawan rata-rata mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Namun pada Maret, angka tersebut merosot hingga di bawah seribu.
Dampaknya juga terlihat pada pendapatan retribusi. Pada Januari 2026, pendapatan dari tiga sumber retribusi mencapai Rp 1,8 miliar lebih, kemudian turun menjadi Rp 1,6 miliar pada Februari, dan anjlok ke Rp 909 juta lebih pada Maret.
Memasuki April, tren kunjungan mulai berbalik naik. "Sekarang terlihat mulai naik mencapai angka tiga ribu. Terakhir tanggal 12 April, jumlah kunjungan mencapai 2.933 wisatawan," terang Gus Agung.
Dinas Pariwisata Klungkung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 130 miliar pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar Rp 90 miliar, dengan realisasi Rp 30 miliar.
"Ini tentu tantangan bagi kami. Namun kami optimis bisa mencapainya. Apalagi dengan akan diterapkannya One Gate One Destination," jelasnya.
Baca juga: Nusa Penida Bakal Dijadikan Green Island |
Selain itu, pihaknya juga menggenjot upaya peningkatan lama tinggal (long stay) wisatawan di Nusa Penida. Ia menyebut, saat ini tren wisatawan yang menetap lebih lama mulai terlihat, yang disebut sebagai salah satu dampak dari situasi perang.
"Jadi positifnya, kami lihat beberapa wisatawan memilih menetap lebih lama," tuturnya.
Promosi juga diperluas ke destinasi-destinasi lain di Nusa Penida yang tidak cukup dinikmati dalam one day trip, termasuk lokasi yang menawarkan pengalaman terbaik pada malam hari.
(dpw/dpw)










































