Dinas Perhubungan (Dishub) Bali memprediksi jumlah penumpang yang keluar dan masuk Bali meningkat sekitar empat persen saat arus mudik Idul Fitri 2026.
Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta mengatakan jumlah penumpang keluar-masuk Bali pada periode mudik 2025 mencapai sekitar 2,36 juta orang dengan 349 ribu kendaraan.
"Prediksi kami tahun 2026 ini penumpangnya sekitar 2,46 juta penumpang kendaraan diprediksi mungkin di angka sekitar 365 ribu kendaraan," kata Mudarta di Denpasar, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Naik) di angka 4 sekian persen lah prediksi kami," sambung dia.
Mudarta menilai arus mudik Lebaran tahun ini tidak akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu karena perayaan Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran juga terjadi pada tahun lalu.
Menurutnya, masyarakat sudah mulai menyesuaikan waktu perjalanan dengan perayaan Nyepi. Pemudik dari Bali biasanya memadati pintu keluar seperti bandara dan pelabuhan pada H-2 Nyepi.
"Ketika pengerupukan volume pergerakannya sudah jauh menurun, artinya bisa disimpulkan masyarakat itu sudah mengetahui hal itu dan sudah bisa mengatur sendiri perjalanannya," ungkap Mudarta.
Dishub Siapkan 26 Posko Mudik
Dishub juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyiapkan posko mudik di sejumlah jalur utama. Total ada 26 posko yang disiapkan untuk melayani pemudik.
"Ada cukup banyak ya ada di wilayah pelabuhan, ada di terminal, terus kemudian di sepanjang perjalanan," tambahnya.
Posko tersebut akan memberikan pelayanan bagi pemudik Lebaran maupun masyarakat yang pulang kampung menjelang perayaan Nyepi.
"Nah pelayanan ini mungkin di beberapa posko juga ada yang penumpang bisa berisitirahat, terus kemudian juga ada cek kesehatan, kalau ada kebutuhan tertentu misalkan ada darurat dan sebagainya," beber Mudarta.