detikBali

Disdikpora Ungkap 48 Sekolah di Buleleng Kekurangan Guru Agama Hindu

Terpopuler Koleksi Pilihan

Disdikpora Ungkap 48 Sekolah di Buleleng Kekurangan Guru Agama Hindu


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata. (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata. (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Sebanyak 48 sekolah di Kabupaten Buleleng, Bali, masih kekurangan guru mata pelajaran agama Hindu. Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng akan melakukan redistribusi guru.

Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata menjelaskan pihaknya akan memetakan kembali kebutuhan guru di setiap sekolah. Menurutnya, guru yang jam mengajarnya belum terpenuhi akan diberikan tugas mengajar di sekolah lain yang kekurangan guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kami coba lakukan pemetaan redistribusi. Jika ada guru yang berlebih jamnya atau kekurangan jam, kami tugaskan di tempat yang membutuhkan," kata Surya Bharata, Senin (7/9/2026).

Surya Bharata menuturkan kekurangan guru tidak hanya terjadi pada mata pelajaran agama Hindu. Sejumlah sekolah di Buleleng juga mengalami kekurangan pengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan guru kelas.

ADVERTISEMENT

Disdikpora Buleleng, dia berujar, akan menerapkan sistem kelas rangkap untuk mengatasi kekurangan guru kelas. Ia juga berencana menugaskan guru mata pelajaran untuk mengajar di sekolah lain yang lokasinya tidak jauh dari sekolah asalnya.

Surya Bharata mengatakan Disdikpora Buleleng telah mengusulkan tambahan formasi guru. Usulan tersebut akan diproses melalui BKPSDM Buleleng untuk diteruskan ke BKN dan Kementerian PAN-RB.

"Untuk formasi sudah kami usulkan," imbuhnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE