Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menambah penyertaan modal kepada PT Bank BPD Bali sebesar Rp 445 miliar. Dengan tambahan tersebut, total penyertaan modal Pemprov Bali di bank daerah itu mencapai Rp 1,28 triliun atau hampir Rp 1,3 triliun.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjawab pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Bali di Kantor Gubernur Bali, Selasa (20/1/2026). Sebelumnya, Pemprov Bali telah memiliki penyertaan modal sebesar Rp 839 miliar.
"Maka jadikan sebagai penyertaan modal selamanya, abadi, jika menjadi tambahannya Rp 445 miliar total kita menjadi Rp 1,28 triliun, hampir Rp 1,3 triliun," kata Koster.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan total penyertaan modal tersebut, Pemprov Bali diproyeksikan memperoleh dividen sekitar 25 persen atau lebih dari Rp 300 miliar per tahun sebagai pendapatan asli daerah (PAD).
"Dan 25 persennya kita akan mendapatkan Rp 300 miliar lebih seperti pendapatan PAD. Itu kan nyaman kita, bisa dihitung," sambungnya.
Koster menjelaskan, nilai dividen itu meningkat dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 224 miliar. Menurutnya, penyertaan modal di BPD Bali merupakan investasi dengan tingkat kepastian yang tinggi.
Koster juga menginstruksikan kepala daerah se-Bali untuk menambah penyertaan modal ke BPD Bali. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi BPD Bali untuk naik menjadi bank kategori dua.
"Ini yang membanggakan kita di Bali dan kita akan terus dorong di periode ini agar BPD Bali naik kelas. Supaya dia betul-betul menjadi bank kebanggaan rakyat Bali," jelas gubernur asal Buleleng itu.
Sebelumnya, Pemprov Bali telah menyampaikan kebijakan penambahan penyertaan modal sebesar Rp 445 miliar kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dalam Rapat Paripurna DPRD Bali terkait Raperda Provinsi Bali tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada Perseroan Terbatas BPD Bali.
Koster mengatakan, suntikan modal tersebut ditujukan untuk memperkuat peran BPD Bali sebagai sumber pendapatan daerah sekaligus penggerak perekonomian Bali.
"BPD ini kita bangun bukan hanya dengan uang, tapi dengan komitmen yang kuat. Kita ingin BPD menjadi salah satu tumpuan pendapatan daerah dan penggerak ekonomi Bali," ujar Koster dalam rapat paripurna di DPRD Bali, Rabu (14/1/2026).
(dpw/dpw)










































