Tiru Singapura, Badung Akan Bangun Kereta Listrik dari Bandara-Cemagi

Tiru Singapura, Badung Akan Bangun Kereta Listrik dari Bandara-Cemagi

Triwidiyanti - detikBali
Jumat, 30 Sep 2022 17:51 WIB
Proyek penataan kawasan Samigita
Proyek penataan kawasan Samigita. (Foto: Dok.Tjs Bianglala KSO)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sedang merencanakan untuk membangun trem atau kereta lisrik.

Mengadopsi atau meniru Singapura, transportasi berbasis kereta api ini nantinya dibangun untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban menuju kawasan Pantai Kuta, Seminyak, Legian hingga ke Canggu dan Cemagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Badung Ida Bagus Surya Suamba menjelaskan kereta listrik merupakan salah satu alternatif moda transportasi yang akan diwujudkan untuk mengurai kemacetan.


Sesuai rencana, mega proyek ini akan dikerjakan pada tahun 2023 - 2024 dan bekerjasama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) sebagai tim operasionalnya.

"Ke depan untuk pengurugan pasir baru sampai ke Seminyak nanti ke depan baru kita usulkan bisa sampai ke Canggu, Cemagi," ujar IB Surya Suamba dihubungi detikBali, Jumat (30/9/2022).

Lebih lanjut, Surya Suamba menambahkan, rencana proyek awal trem akan dikerjakan setelah proyek penataan Seminyak, Legian, Kuta (Samigita) rampung.

"Tapi saat ini sudah dibangun jalan pedestarian selebar 2,4 meter dari bandara ke Seminyak, Legian. Nanti setelah penambahan pasir baru progres trem dimulai," jelas Surya Suamba.

Proses pengurukan pasir sendiri pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian PU Direktorat Sumber Daya Alam (SDA) Balai Sungai Nusa Penida.

"Setelah diuruk, baru jalan lain ke depan untuk penataannya lanjut proses tender proyek. Rencana perencanaan mungkin 2023 karena diawali dengan penataan pantai kan harus ditambah pasir dulu," lanjut Surya Suamba.

Selain itu, Suamba menegaskan, dengan adanya proyek trem ini, nantinya tidak ada pembebasan lahan karena membuka jalur baru atau jalan baru.

"Itu kan ditambah pasirnya. Kita bangun tapi di pinggir pantai. Nantinya sepanjang pinggir pantai ada pedestarian dilanjutkan trem," kata Surya Suamba.

Sedangkan disinggung besaran anggaran untuk pembangunan infrastruktur, Surya Suamba, mengaku belum sampai pada tahap pembiayaan anggaran.

"Belum, baru master plan. Sedangkan detail anggarannya belum ada. Masih disusun untuk master plan-nya karena anggarannya itu kita kerjasama dengan INKA itu BUMN soal kebijakannya biaya belum," tukasnya.



Simak Video "Penampakan KRL Anjlok Tertimpa Tiang Pantograf di Kampung Bandan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/nor)