Siasat Gubernur NTB Hadapi Laju Inflasi-Wacana Kenaikan Harga BBM

Siasat Gubernur NTB Hadapi Laju Inflasi-Wacana Kenaikan Harga BBM

Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 31 Agu 2022 18:50 WIB
Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah.
Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah menanggapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah pusat. Zul pun mengklaim sudah mempunyai siasat berupa program untuk masyarakat NTB jika kenaikan harga BBM jadi dilakukan.

Untuk diketahui, saat ini laju inflasi di NTB sudah berada di angka 6,58 persen. Angka tersebut melebihi angka inflasi nasional yang masih bertengger di angka 4,9 persen.

"Nanti kita lihat ya. Kita punya program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang bisa membantu UMKM (usaha masyarakat kecil menengah) kita," kata Zul usai rapat di Gedung DPRD NTB, Rabu sore (31/8/2022).


Zul mengaku, pihaknya tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat sebagaimana arahan ke masing-masing pemerintah daerah.

"Ya kalau fraksi saya di DPR pusat kan menolak. Tapi kan kita ini wakil pemerintah pusat dan akan mencoba mengikuti terus ya sampai betul-betul naik," kata Zul.

Terpisah, Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi juga menyebut bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan langkah-langkah jika harga BBM naik. Salah satunya dengan memproteksi UMKM melalui anggaran pendapatan belanja daerah-perubahan (APDB-P) tahun 2022.

"Jadi ada berbagai arahan yang tertuang dalam edaran Mendagri. Baik untuk penanganan PMK (penyakit mulut dan kuku) dan terkait dengan antisipasi inflasi pangan di NTB," kata Sekda.

Gita menyebut alokasi belanja tidak terduga di NTB sudah dikondisikan bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Hal itu dilakukan untuk memformulasikan arahan menjamin kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kemampuan daerah.

"Nominalnya berapa? Itu rahasia ya. Fenomena dan dinamika kenaikan harga ini kan sudah menasional. Kita akan antisipasi semua," katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat Wirajaya Kusuma membeberkan data laju inflasi kuartal ketiga di NTB memasuki awal September 2022. Data inflasi di NTB sudah melebihi angka data inflasi nasional yang masih bertengger di angka 4,9 persen.

"Ini belum capai angka yang mengkhawatirkan ya. Kita masih di angka 6,58 persen. Memang laju ini akan terus meningkat. Sesuai hasil rapat kemarin bersama nasional dipimpin Mendagri. Ternyata bukan hanya Indonesia yang meningkat," kata Wirajaya, Rabu (31/8/2022) di Mataram.



Simak Video "Buruh Akan Kepung Istana Hari Ini, Tuntut Harga BBM dan Kenaikan Upah"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)