Regional

Nekat Makan Bangkai Kambing, 4 Warga Gunungkidul Positif Antraks

Pradito Rida Pertana - detikBali
Jumat, 02 Okt 2026 08:59 WIB
ilustrasi antraks. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Denpasar -

Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif terpapar antraks setelah menyembelih dan mengonsumsi kambing yang mati mendadak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menemukan 47 orang lainnya masuk populasi berisiko terpapar.

Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan kasus tersebut bermula saat seorang warga memeriksakan diri ke Puskesmas karena mengalami gejala klinis antraks. Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi, ditemukan tujuh orang yang berstatus suspek antraks.

"Awalnya ada warga yang periksa ke Puskesmas dan ternyata mengalami gejala klinis antraks. Setelah penyelidikan epidemiologi ada tujuh orang suspek antraks," kata Ismono saat dihubungi detikJogja, Kamis (1/10/2026).

Kejadian itu berlangsung pada awal September 2026. Ketujuh warga tersebut diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan kambing yang sebelumnya lemas lalu mati mendadak.

"Kemudian tujuh orang itu menjalani PCR dan hasilnya yang positif konfirmasi antraks ada empat orang," ujarnya.

Dinkes Gunungkidul kemudian menelusuri warga lain yang memiliki riwayat kontak dengan kambing tersebut. Hasil penelusuran menemukan 47 orang yang berisiko terpapar antraks.

"Jadi 47 orang itu memiliki riwayat paparan terhadap hewan maupun produk hewan yang berasal dari kambing yang mati mendadak," ucapnya.

Ismono mengatakan empat warga yang positif antraks telah menjalani pengobatan dan berangsur-angsur membaik. Sementara 47 orang yang masuk populasi berisiko masih dalam pengamatan Dinkes.

"Pasien konfirmasi sudah diobati dan sembuh, sedangkan populasi berisiko seluruhnya diberikan antibiotik profilaksis. Selain itu, polulasi berisiko tetap diamati sampai 60 hari atau dua kali masa inkubasi," katanya.

Menurut Ismono, pemberian antibiotik profilaksis dan pemantauan kesehatan dilakukan untuk mencegah munculnya kasus tambahan.

"Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menyembelih, mengolah maupun mengonsumsi hewan yang sakit atau mati mendadak. Serta pentingnya pelaporan segera apabila ditemukan kematian hewan ternak yang tidak diketahui penyebabnya," ujarnya.

Simak Video "Video: Warga Tanam Pisang di Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul yang Rusak Parah"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork