detikBali

Anak Anjing yang Gigit Ibu dan 2 Anak di Jembrana Positif Rabies

Terpopuler Koleksi Pilihan

Anak Anjing yang Gigit Ibu dan 2 Anak di Jembrana Positif Rabies


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Ni Komang Ayu Suarnitisaatditemuidi rumahnya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (17/9/2026). (Foto: Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Foto: Ni Komang Ayu Suarniti saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (17/9/2026). (Foto: Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Anak anjing penggigit ibu dan dua anak di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, positif rabies. Anjing itu diketahui positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana mengirim lima sampel di BBVet Denpasar. Selain sampel dari kasus gigitan ibu dan dua anak di Kecamatan Negara, dua sampel positif lain berasal dari kasus gigitan anjing di Kecamatan Melaya dan Kecamatan Jembrana.

"Ada lima sampel yang kita kirim, di antaranya satu ekor kucing dan empat ekor anjing. Ada tiga yang positif, seluruhnya kasus gigitan anjing yang ada di Kecamatan Jembrana, Negara, dan Melaya," ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (20/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan dengan hasil tersebut, Sugiarta mengimbau dan meminta masyarakat yang memelihara anak anjing serta belum divaksinasi untuk segera melapor ke petugas terkait.

ADVERTISEMENT

"Perlu di-KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) atau disosialisasikan untuk masyarakat yang memiliki anjing anakan yang belum tervaksin agar secepatnya menghubungi medik-vet kami di masing-masing kecamatan agar bisa mendapatkan vaksin," tambah Sugiarta.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana akan menggelar vaksinasi emergency di lokasi-lokasi temuan kasus positif demi memutus rantai penularan virus dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

"Vaksinasi di tiga lokasi kasus positif kami jadwalkan agar segera dilakukan. Untuk tahun 2026 hingga bulan September ini, ada sebanyak 73 kasus gigitan anjing positif rabies. Angka tersebut masih turun hingga 30 persen dari tahun lalu," jelas Sugiarta.

Diberitakan sebelumnya, kasus gigitan anjing diduga rabies kembali meneror warga Kabupaten Jembrana, Bali. Kali ini, satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak kandungnya menjadi korban gigitan anak anjing peliharaan mereka sendiri.

Peristiwa tersebut menimpa Ni Komang Ayu Suarniti (42) beserta dua anaknya, Conradus Febatan Tri Sandi (15) dan Dominika Sanyo Bayu (23). Suarnit lebih dahulu diserang saat sedang memandikan anak anjing peliharaannya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Selasa (8/9/2026).



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads