detikBali

Teknisi Listrik Tewas Tersetrum Saat Pasang MCB di Vila Seminyak

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Teknisi Listrik Tewas Tersetrum Saat Pasang MCB di Vila Seminyak


Fabiola Dianira - detikBali

Petugas mengevakuasi jenazah seorang teknisi listrik yang tewas akibat tersetrum saat memasang MCB di vila Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Rabu (8/7/2026). (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Petugas mengevakuasi jenazah seorang teknisi listrik yang tewas akibat tersetrum saat memasang MCB di vila Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Rabu (8/7/2026). (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Badung -

Seorang pria berinisial SS (46) yang bekerja sebagai teknisi listrik panggilan tewas setelah tersetrum saat memasang miniature circuit breaker (MCB) pompa kolam renang. Peristiwa itu terjadi di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung, Bali.

"Meninggal dunia WNI berjenis kelamin laki-laki akibat tersengat arus listrik saat bekerja di Villa Kasa Artista, Jalan Sari Dewi Nomor 17, Seminyak, Kuta," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adi mengungkapkan insiden itu terjadi sekitar pukul 19.52 Wita pada Rabu (8/7). Menurutnya, petugas kebersihan vila bernama I Made Desta awalnya melihat SS sedang mengganti MCB di sisi barat kolam.

Saat itu, Desta sempat menawarkan kopi kepada teknisi listrik tersebut. Namun, SS menolak tawaran tersebut dan melanjutkan pemasangan satu MCB lagi. Beberapa saat kemudian, Desta mendengar SS berteriak.

ADVERTISEMENT

"Beberapa saat kemudian, ketika korban sedang memotong kabel, korban tiba-tiba berteriak, 'aduh'. Mendengar hal tersebut, saksi segera mematikan aliran listrik dengan menurunkan seluruh MCB pada panel listrik," kata Adi.

Selanjutnya, Desta memanggil petugas keamanan vila untuk membantu mengevakuasi SS ke teras vila. Saat dievakuasi, napas SS tersengal-sengal.

Desta kemudian menghubungi Klinik Bakthi Venanta untuk meminta bantuan medis. Setibanya di lokasi, petugas medis memeriksa denyut nadi, pernapasan, serta refleks pupil SS.

Namun, nyawa pria itu sudah tidak dapat ditolong. Jenazah pria asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, tersebut kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Manajemen vila juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta. Polisi mengamankan sejumlah barang milik SS yang terdiri dari tang, obeng, senter, bor, ponsel, dan sepasang sandal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi Polresta Denpasar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh SS. Namun, SS mengalami luka yang diduga akibat sengatan listrik pada jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiri.

"Dari hasil keterangan saksi-saksi bahwa korban saat bekerja tidak menggunakan APD (alat pelindung diri) yaitu korban tidak menggunakan alas kaki (sandal korban ditaruh disamping kolam) dan korban tidak menggunakan sarung tangan," urai Adi.



(iws/iws)











Hide Ads
LIVE