detikBali

Penjelasan Para Ahli soal Suhu Terbaik Saat Air Putih Diminum

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penjelasan Para Ahli soal Suhu Terbaik Saat Air Putih Diminum


Beta Lukitasari Wijaya - detikBali

Unrecognizable female pouring clean drinking water from jug into glass
Foto: Ilustrasi minum air putih. (Getty Images/bymuratdeniz)
Bali -

Banyak orang masih mempertimbangkan kondisi air putih untuk diminum. Sebagian meyakini konsumsi air bersuhu ruang atau sejuk lebih baik untuk kesehatan, sedangkan air dingin bisa memberi efek samping.

Lantas, seperti apa faktanya menurut ahli kesehatan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Matthew Landry, ahli gizi terdaftar sekaligus asisten profesor kesehatan global di University of California, mengungkapkan kisaran suhu ideal air minum adalah di level sejuk, yakni sekitar 15 hingga 22 derajat Celsius.

"Air putih dengan kondisi sejuk kemungkinan merupakan pilihan terbaik karena paling nyaman dan enak diminum," ujar Landry dilansir dari detikHealth.

ADVERTISEMENT

Menurut Landry, suhu air akan segera menyesuaikan diri dengan suhu tubuh begitu diminum. Walhasil, pengaruhnya terhadap pencernaan relatif kecil.

Landry menegaskan, kecukupan cairan jauh lebih penting ketimbang suhu air yang diminum. Pengecualian lain berlaku saat cuaca sangat panas, di mana air dingin dinilai lebih efektif membantu tubuh tetap terhidrasi.

Preferensi pribadi tetap menjadi indikator terbaik, kecuali bagi penderita GERD, gangguan menelan, atau hipersensitivitas saluran cerna yang perlu memilih suhu paling nyaman bagi tubuh mereka.

Edmundo Rodriguez-Frias, dokter spesialis gastroenterologi dan kontributor medis Full of Life, berpandangan serupa. Ia menyarankan mengonsumsi air bersuhu sejuk hingga ruang untuk kebutuhan harian.

"Masalahnya bukan pada penyerapan, melainkan pada kenyamanan dan apakah seseorang minum cukup banyak untuk tetap terhidrasi," terang Frias.

Jika minum air pada suhu tertentu membuat rasanya lebih nikmat, kebiasaan tersebut bisa dilanjutkan. Bagi kebanyakan orang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh jauh lebih penting daripada apakah air tersebut dingin, sejuk, atau bersuhu ruang.

Sementara itu, pedoman American College of Sports Medicine dan National Athletic Trainers' Association, mengungkap air sejuk lebih mudah dikonsumsi secara konsisten dibanding air hangat maupun panas.

Hal yang perlu diperhatikan adalah suhu ekstrem air minum. Konsumsi air es berpotensi memicu sakit kepala atau mengganggu gigi sensitif, sedangkan minuman yang sangat panas di atas 65 derajat Celsius dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, National Academy of Medicine merekomendasikan asupan cairan sekitar 3,7 liter per hari untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!

(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads