detikBali

Ini 5 Perubahan pada Tubuh Saat Mengurangi Konsumsi Gula

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ini 5 Perubahan pada Tubuh Saat Mengurangi Konsumsi Gula


Nafilah Sri Sagita K - detikBali

Young Asian woman enjoy eating dessert in cafe on summer vacation trip
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/kitzcorner)
Daftar Isi
Denpasar -

Banyak orang sulit melepaskan gula dari pola makan sehari-hari. Mulai dari minuman manis, makanan ringan, hingga gula yang ditambahkan ke kopi atau teh. Padahal, terlalu banyak mengonsumsi gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari detikHealth, mengurangi asupan gula tambahan dapat memberikan sejumlah manfaat. Termasuk membantu mengontrol berat badan hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, tubuh juga bisa mengalami sejumlah perubahan ketika asupan gula mulai dikurangi. Berikut adalah beberapa perubahan yang dapat terjadi saat seseorang mengurangi konsumsi gula.

1. Berat Badan Turun

Makanan dan minuman tinggi gula umumnya mengandung banyak kalori, tetapi relatif rendah zat gizi. Asupan gula tambahan yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas.

ADVERTISEMENT

Ketika konsumsi gula dikurangi, jumlah kalori yang masuk ke tubuh ikut berkurang. Kondisi tersebut dapat membantu menurunkan berat badan, terutama jika dibarengi olahraga dan pola hidup sehat lainnya.

2. Kesehatan Gigi Lebih Terjaga

Mengurangi gula juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan gigi. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan jumlah bakteri penyebab kerusakan gigi di dalam mulut.

Saat memecah gula dan pati, bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat merusak enamel, lapisan pelindung gigi. Asupan gula dari makanan dan minuman diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya gigi berlubang.

Rutin menyikat dan membersihkan gigi juga dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang. Demikian pula jika mengurangi konsumsi gula tambahan hingga kurang dari 10 persen total kalori harian, bahkan menargetkan kurang dari 5 persen.

3. Jantung Bisa Lebih Sehat

Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Asupan gula berlebih dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol.

Minuman berpemanis, misalnya, dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol HDL atau kolesterol 'baik' dan peningkatan trigliserida. Dengan mengurangi konsumsi gula, kadar tersebut dapat lebih terkontrol sehingga turut membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Risiko Diabetes Tipe 2 Menurun

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh perlu memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbanginya.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2. Mengurangi gula tambahan dapat membantu mengurangi beban tubuh dalam mengatur kadar gula darah sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Meski begitu, perlu diingat bahwa diabetes tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi gula. Pola makan secara keseluruhan, berat badan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan gaya hidup juga berperan.

Tips Kurangi Gula Tambahan

Bagi orang yang sebelumnya terbiasa mengonsumsi banyak gula, perubahan pola makan dapat memunculkan berbagai keluhan saat tubuh beradaptasi. Beberapa di antaranya yakni mudah lelah, sakit kepala, sulit tidur, suasana hati menurun, cemas, hingga mudah marah.

Mengurangi gula tidak berarti harus menghilangkan semua makanan yang memiliki rasa manis. Gula alami yang terdapat dalam buah, misalnya, berbeda dengan gula tambahan yang dimasukkan ke dalam makanan atau minuman selama proses pengolahan.

American Heart Association merekomendasikan orang dewasa membatasi asupan gula tambahan sekitar 100-150 kalori per hari. Jumlah itu setara dengan sekitar 6-9 sendok teh gula.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi gula tambahan:

  • Tidak menambahkan gula ke kopi, teh, sereal, atau makanan lainnya.
  • Mengganti minuman manis dengan air putih.
  • Membaca label nutrisi dan memilih produk dengan kandungan gula tambahan lebih rendah.
  • Mengonsumsi buah segar ketika ingin makan sesuatu yang manis.
  • Menggunakan ekstrak vanila, almond, atau lemon sebagai penambah rasa dalam makanan.

Namun, bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama diabetes, perubahan asupan gula sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. Menghindari gula secara ekstrem tanpa memahami kebutuhan tubuh justru dapat mengganggu pengelolaan gula darah.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)









Hide Ads
LIVE