Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menghadiri rapat koordinasi (rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 2026. Rakor digelar di Wantilan Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Tabanan, Senin (7/9/2026).
"Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 mengusung tema 'Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat untuk Kabupaten Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani," terang Bayu Pati dalam keterangan tertulis kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu Pati mengungkapkan rakor ini digelar untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 53 Tahun 2020 dan evaluasi Program Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2026. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dan instansi vertikal hadir dalam rakor tersebut.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengungkapkan kabupaten yang dipimpinnya meraih penghargaan terbaik III kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat kabupaten se-Jawa dan Bali pada Juni 2026. Pemkab Tabanan mendapatkan apresiasi dana pembinaan dari Kemendagri Rp 1 miliar.
"Setiap tahun di Bali, khususnya di Tabanan, angka kemiskinan menurun, saat ini menjadi 3,85%. Target di tahun 2030 adalah 2,75%," terang Sanjaya.
Sanjaya menegaskan pengurangan kemiskinan harus dilaksanakan bersama-sama secara konsisten, berkelanjutan, tepat, merata, dan terarah berbasis data akurat. Ia mengajak berbagai pihak menyatukan niat serta menyamakan langkah untuk mewujudkan Tabanan yang aman, unggul, dan madani.
"Saya berharap rakor ini menghasilkan kesepakatan dan hasil terbaik sehingga sesuai dengan visi misi pemerintah 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani'," harap Sanjaya.
(hsa/hsa)