detikBali

Perbekel Beberkan Status Kepemilikan Lahan Terbakar di Nakula Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Perbekel Beberkan Status Kepemilikan Lahan Terbakar di Nakula Denpasar


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Suasana lokasi kebakaran lahan bedeng di Gang Jatayu, Jalan Nakula, Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Rabu (2/9/2026) siang. (Putu Yonata/detikBali)
Suasana lokasi kebakaran lahan bedeng di Gang Jatayu, Jalan Nakula, Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Rabu (2/9/2026) siang. (Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Pemerintah Desa Pemecutan Kelod angkat bicara terkait kepemilikan lahan yang terbakar hebat di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Denpasar, Bali. Status kepemilikan lahan itu menjadi pertanyaan lantaran ada warga yang menempatinya dengan mengontrak dan mendirikan bangunan semi-permanen.

Perbekel Desa Pemecutan Kelod, Wayan Tantra, mengungkap lahan di wilayah Banjar Margaya tersebut dimiliki oleh 12 orang. Tantra mengatakan belasan orang tersebut tidak satu pun yang merupakan warga asli Desa Pemecutan Kelod.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang lebih 12 orang (pemilik lahan)," ujar Tantra saat dihubungi detikBali, Jumat (4/9/2026).

ADVERTISEMENT

Tantra mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pemilik lahan tersebut bahkan sebelum peristiwa kebakaran terjadi. Selama menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku sudah pernah menghubungi pemilik lahan untuk bertemu. Namun, para pemilik tidak pernah hadir secara langsung dan hanya diwakilkan.

Selain itu, Tantra menyebut koordinasi dengan pemilik lahan terhambat karena belum semua tanah tersebut bersertifikat. Menurutnya, batas tanah antarpemilik juga tidak jelas.

"Sudah kami jajaki, pemilik tanah itu kami undang. Cuma beberapa saja yang hadir dan yang kategori pengusaha, yang punya tanah, tidak pernah hadir," tutur Tantra.

Tantra berencana memanggil kembali pemilik lahan dan membahas pemanfaatan lahan yang selama ini dijadikan sebagai gudang sampah hingga bedeng atau bangunan semi-permanen. Ia juga bakal melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar untuk membahas masalah tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke DLHK mohon nanti dikasih surat, kami duduk bersama kembali," pungkasnya.

Peristiwa kebakaran di Jalan Nakula, Denpasar Barat, Kota Denpasar, terjadi pada Senin (31/8) malam. Kebakaran hebat tersebut menghanguskan sejumlah bedeng dan gudang pengepul sampah. Proses pendinginan titik api berlangsung hingga Jumat (4/9) untuk memastikan titik api tidak kembali menyala.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads